Detak.news — KARAWANG – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) telah berhasil mencapai tonggak produksi 300.000 unit kendaraan. Kini, perusahaan berambisi untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 500.000 unit dalam kurun waktu empat hingga lima tahun ke depan.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Setia Diarta, mengapresiasi pencapaian IAMI. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi perusahaan, tetapi juga menunjukkan kapabilitas industri manufaktur Indonesia dalam mempertahankan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
“Momentum ini tidak hanya menjadi tonggak pencapaian bagi PT Isuzu Astra Motor Indonesia, tetapi juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan niaga sekaligus mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional yang berdaya saing, inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi ekspor,” ujar Setia Diarta saat acara perayaan produksi ke-300.000 Isuzu di Isuzu Karawang Plant, Karawang, Jawa Barat, pada Senin (20/7/2026).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi Isuzu pada Januari-Juni 2026 tercatat sebanyak 16.329 unit, meningkat 2,6% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, penjualan wholesales atau dari dealer ke konsumen mencapai 13.890 unit pada periode yang sama, melonjak 23,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara umum, penjualan kendaraan roda empat secara wholesales pada Januari–Juni 2026 mencapai 436.564 unit, meningkat 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,7% secara tahunan, mencapai 251.705 unit. Capaian ini mengindikasikan daya saing industri otomotif Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.
Setia Diarta menambahkan, pemerintah berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri, termasuk peningkatan volume produksi Isuzu di Indonesia. Saat ini, pabrik IAMI di Karawang memiliki kapasitas produksi hingga 80.000 unit per tahun, namun realisasinya masih di kisaran 35.000 unit. Oleh karena itu, Isuzu diharapkan dapat mengejar target produksi 500.000 unit dalam 3-4 tahun mendatang.
“Produksi kendaraan ke-500 ribu ini kita harapkan tidak sulit dicapai dan dalam 3 sampai 4 tahun mendatang, tidak sulit diwujudkan. Kita harapkan di tahun-tahun mendatang Isuzu bisa meningkatkannya dan mencapai 50 ribu unit per tahun untuk memproduksi beragam kendaraan niaga baik light duty truck maupun medium duty truck hingga bus,” ungkap Setia Diarta.
Hasil Kerja Keras
President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Masayasu Hideshima, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Isuzu beserta mitra bisnis yang telah mendukung perjalanan perusahaan selama satu dekade terakhir.
“Sejak mulai beroperasi pada 2015, pabrik ini telah berkembang menjadi fasilitas manufaktur berstandar global yang menjadi kebanggaan Indonesia, sekaligus bagian penting dari jaringan produksi Isuzu dunia,” ujar Hideshima.
Pencapaian ini merefleksikan perjalanan Isuzu di Indonesia sebagai spesialis kendaraan komersial dan bukti kontribusinya dalam menggerakkan roda ekonomi riil. Isuzu berkontribusi terhadap industrialisasi nasional melalui peningkatan persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penyumbang pajak yang signifikan, mendukung kelancaran berbagai sektor bisnis, hingga menghasilkan devisa melalui jalur ekspor.
Produksi Model Kendaraan dan TKDN
Isuzu Karawang Plant saat ini memproduksi sejumlah model kendaraan komersial, meliputi Isuzu ELF, Isuzu Giga, dan Isuzu Traga. Selain itu, pabrik tersebut juga memproduksi kendaraan bermerek UD Trucks, yaitu UD Quester dan UD Kuzer, untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Dari sisi TKDN, Isuzu Traga memiliki kontribusi sebesar 46,45%, diikuti Isuzu GIGA sebesar 38,07%, dan Isuzu ELF sebesar 33,04%. Peningkatan penggunaan komponen lokal ini turut mendorong penguatan industri pemasok nasional dan proses alih teknologi untuk memenuhi standar manufaktur global.
Fasilitas produksi di Karawang mempekerjakan 884 karyawan. Kehadiran vendor lokal juga memberikan efek berganda terhadap industri nasional melalui pengembangan kemampuan manufaktur dan perluasan kesempatan kerja.
Selain memenuhi pasar domestik, Isuzu Karawang Plant juga berfungsi sebagai basis produksi kendaraan komersial untuk pasar ekspor. Sejak memulai pengiriman ke luar negeri pada 2019, kendaraan produksi pabrik ini telah dipasarkan ke 25 negara, termasuk Jepang, Afrika Selatan, Filipina, dan Panama.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing manufaktur nasional, memperbesar kontribusi ekspor, serta menghadirkan kendaraan komersial yang mampu menjadi mitra bisnis terbaik bagi pelanggan di Indonesia maupun pasar global,” ucap Hideshima.
Fokus Peningkatan TKDN
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 35 Tahun 2025 yang menggantikan Permenperin Nomor 16 Tahun 2011 mengenai tata cara perhitungan TKDN. Perusahaan yang masa berlaku sertifikat TKDN-nya berakhir diwajibkan melakukan pembaruan sesuai metode perhitungan terbaru.
Kepala Pusat Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kemenperin, Kris Sasono Ngudi Wibowo, mengapresiasi capaian TKDN Isuzu yang merupakan salah satu yang tertinggi di industri otomotif nasional. Hal ini menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memanfaatkan komponen produksi dalam negeri.
Kris mencatat Isuzu memiliki 33 sertifikat TKDN, dengan nilai TKDN ditambah bobot manfaat perusahaan (BMP) tertinggi mencapai lebih dari 62% pada Isuzu Traga. “Kita berharap capaian Isuzu ini bisa menginspirasi industri lain untuk meningkatkan TKDN-nya,” imbuhnya.
Kris optimistis implementasi regulasi baru akan mendorong peningkatan kandungan lokal di sektor otomotif. “Nanti, Isuzu mohon bisa menyesuaikan, sehingga Kementerian Perindustrian dapat memberikan pendampingan terhadap apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan TKDN ini,” kata Kris.
Sementara itu, Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Rian Erlangga, menyatakan bahwa perusahaan akan fokus mengejar TKDN untuk setiap kendaraan yang diproduksi. “Jadi memang kita ada beberapa upaya bagaimana caranya agar lokal TKDN akan naik kembali. Jadi mudah-mudahan nanti di tahun depan TKDN akan menjadi lebih bagus,” jelas Rian.
Ikuti Detak.news
