Detak.news — JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) dari Danantara. Klarifikasi ini disampaikan menyusul permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sekretaris Perusahaan BNBR, Christofer Alexander Uktolseja, menjelaskan bahwa PT Bakrie Power, yang merupakan anak usaha BNBR, telah ditetapkan sebagai mitra terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL tahap II di lokasi Surabaya Raya. Penetapan ini tergabung dalam Consortium Mentari Citra Lestari.
Christofer menegaskan bahwa penetapan tersebut masih bersifat bersyarat atau conditional. Mitra terpilih baru akan dikukuhkan setelah seluruh persyaratan dalam conditional letter of award terpenuhi sepenuhnya. “Mitra Cadangan akan ditetapkan sebagai mekanisme alternatif, apabila PT Bakrie Power (Consortium Mentari Citra Lestari) sebagai mitra terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” paparnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).
Prospek Bisnis ‘Waste to Energy’
Manajemen BNBR memandang bisnis Waste to Energy (PSEL) sebagai peluang diversifikasi bisnis yang menjanjikan dalam jangka panjang. Prospek ini didukung oleh tren global menuju transisi energi dan ekonomi sirkular.
Bisnis PSEL juga dinilai sangat terkait dengan pengalaman dan kapabilitas Bakrie Power dalam membangun pembangkit listrik, baik untuk PLN maupun pasar B2B. Dalam konsorsium Mentari Citra Lestari, Bakrie Power bergabung dengan PT Acritas Karya Persada dan SUS Indonesia Holding Limited.
Manajemen Bakrie Power menilai Acritas dan SUS Indonesia sebagai mitra yang kompeten. Acritas memiliki rekam jejak dalam membangun proyek serupa di Surabaya, sementara SUS Indonesia akan bertindak sebagai Technology Provider dengan portofolio dalam penyediaan teknologi dan implementasi proyek sejenis di China dan negara lain.
Investasi dan Skema Bagi Hasil Masih Dievaluasi
Estimasi nilai investasi proyek ini belum dapat ditentukan. Saat ini, PT Bakrie Power bersama anggota konsorsium dan Danantara masih dalam tahap pelaksanaan studi kelayakan untuk mengevaluasi aspek teknis, komersial, dan finansial proyek PSEL.
Ketentuan mengenai skema bagi hasil akan dibahas dan disepakati oleh para pihak dalam proses negosiasi dokumen Sponsor Agreement setelah studi kelayakan selesai dilaksanakan. Pembahasan ini akan mempertimbangkan hasil studi, struktur investasi, alokasi risiko, serta kesepakatan para pihak.
Peran Bakrie Power dalam Konsorsium
Peran PT Bakrie Power sebagai anggota konsorsium meliputi partisipasi dalam pemilihan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), memberikan dukungan kepada technology provider terkait komponen lokal, mendukung operasi dan pemeliharaan (O&M) pasca-operasi, partisipasi dalam pendanaan proyek, serta melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di tingkat lokal.
Ke depan, konsorsium bersama Danantara akan melanjutkan tahapan terkait aspek teknis, komersial, perizinan, dan pembiayaan proyek. “Mitra Terpilih wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award, termasuk penyusunan Feasibility Study yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan Join Venture Company, penyelesaian dokumen komersial serta peroleh persetujuan pembiayaan,” jelas Christofer.
Jadwal pembangunan dan target operasi komersial akan ditentukan setelah penyusunan feasibility study. PT Bakrie Power berkomitmen mendukung target Commercial Operation Date (COD) yang direncanakan oleh Danantara. Perkiraan kontribusi pendapatan maupun laba bersih dari fasilitas PSEL ini terhadap BNBR belum dapat disampaikan karena proses pembentukan Joint Venture (JV) dengan pihak yang ditunjuk Danantara masih akan menentukan porsi saham dalam perusahaan JV tersebut.
Ikuti Detak.news
