Detak.news — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat dukungan terhadap visi pertahanan negara yang tangguh melalui penyediaan infrastruktur strategis. Selain meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sejumlah ruas jalan tol yang dibangun juga dipersiapkan agar dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat pesawat tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) pada kondisi tertentu.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk melayani mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga harus mampu memberikan nilai strategis bagi kepentingan nasional. Oleh karena itu, beberapa ruas jalan tol dirancang memiliki fungsi ganda (dual use). Dalam kondisi normal, jalan tol tersebut tetap beroperasi untuk umum, namun pada kondisi darurat dapat difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur untuk mendukung operasi pertahanan negara.
“Pemanfaatan ruas tol sebagai landasan darurat ini menunjukkan bahwa infrastruktur yang dibangun Kementerian PU memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk mobilitas masyarakat dan logistik, tetapi juga untuk mendukung kesiapsiagaan nasional,” kata Menteri Dody dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Empat ruas jalan tol yang secara spesifik disiapkan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU adalah Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Japek II Selatan), Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi. Seluruh ruas tersebut dirancang agar tetap berfungsi optimal dengan spesifikasi yang mendukung operasi pertahanan dalam kondisi darurat.
Panjang lintasan yang disiapkan bervariasi. Pada ruas Jalan Tol Banda Aceh–Sigli, lintasan yang saat ini sekitar 2,8 kilometer (km) akan diperpanjang 1 km. Sementara itu, pada ruas Jalan Tol Japek II Selatan, panjangnya akan diperpanjang dari semula 2,8 km menjadi sekitar 3,5 km. Untuk ruas Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, disiapkan lintasan sekitar 3 hingga 3,5 km.
“Banda Aceh–Sigli juga sedang kita siapkan. Dalam kondisi normal ruas tersebut tetap digunakan sebagai jalan tol. Namun dalam kondisi darurat dapat dibuka dan dimanfaatkan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat tempur TNI AU,” imbuh Menteri Dody.
Kesiapan pemanfaatan jalan tol sebagai infrastruktur strategis telah dibuktikan melalui uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur TNI AU di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) pada 11 Februari 2026 lalu. Uji coba dilaksanakan pada segmen Gerbang Tol Lambu Kibang hingga Gerbang Tol Simpang Pematang.
Kegiatan tersebut berlangsung sukses dengan pendaratan dan lepas landas dua pesawat tempur TNI AU, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16, pada ruas KM 228 hingga KM 231. Ini merupakan pendaratan pesawat tempur pertama yang dilakukan di ruas jalan tol di Indonesia.
Menteri Dody menambahkan, keberhasilan uji coba tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol yang dibangun Kementerian PU telah memenuhi standar yang diperlukan untuk mendukung kepentingan strategis negara. “Konsep pemanfaatan ganda ini juga mencerminkan optimalisasi investasi infrastruktur sehingga memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi pembangunan ekonomi maupun penguatan sistem pertahanan nasional,” katanya.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.