— Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan ekosistem digital nasional sebagai motor penggerak ekonomi jangka panjang, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan transformasi digital. Upaya ini mencakup penyediaan infrastruktur digital yang andal, pasokan energi berkelanjutan, dan kepastian berusaha transparan. Fondasi ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia secara global serta mendorong perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI), pusat data, dan layanan digital masa depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pendaratan Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa–Changi merupakan tonggak sejarah yang menciptakan fondasi fisik bagi koridor digital baru, memperkuat salah satu koneksi digital tercepat dan terdekat di Asia Tenggara antara Indonesia dan Singapura. Infrastruktur ini dikembangkan oleh Telin bersama BW Digital.

Sistem kabel ini akan menyediakan kapasitas tambahan lebih dari 1,6 petabit per detik dengan latensi kurang dari 2 milidetik antara kedua negara. Kapasitas dengan latensi rendah ini akan sangat mendukung berbagai layanan digital strategis, termasuk komputasi awan canggih, inferensi AI, transaksi keuangan berfrekuensi tinggi, dan pengembangan layanan digital generasi berikutnya. Dengan demikian, kabel Nongsa–Changi tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur konektivitas, tetapi juga sebagai fondasi fisik bagi terwujudnya koridor digital baru di kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, Indonesia memiliki 235,26 juta pengguna internet dengan penetrasi 81,72%, serta 99,5 juta pelanggan broadband tetap. Pasar AI di Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar keempat di Asia, dengan nilai pasar mencapai USD70 miliar atau sekitar 6,4% dari pasar AI Asia.

Batam semakin berkembang pesat sebagai gerbang digital kedua Indonesia setelah Jakarta, berkat lokasinya yang strategis, konektivitas andal, pasokan energi yang terus meningkat, dan lingkungan kebijakan yang kondusif bagi investasi. Fasilitas NDP1 milik BW Digital di Nongsa Digital Park memiliki kapasitas IT sebesar 120 MW. DayOne bersama INA juga tengah mengembangkan kampus hyperscale baru dengan jalur pasokan listrik terkontrak hingga 450 MW. Selain itu, Oracle telah memilih Batam sebagai Indonesia North Cloud Region.

Perkembangan ini merupakan hasil kerja sama Indonesia-Singapura melalui 6 Working Group (6WG), khususnya di kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), yang terus mendorong penguatan konektivitas dan investasi digital. Kabel Nongsa–Changi merupakan salah satu tindak lanjut konkret dari pertemuan Leaders’ Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura pada awal Juli 2026.

Pemerintah juga terus memperkuat kebutuhan energi dan kepastian berusaha untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital. Indonesia menargetkan perluasan kapasitas energi terbarukan dan energi campuran hingga lebih dari 100 GW dalam dekade ini. Selain itu, Indonesia telah memasuki pembahasan aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada 26 Juni 2026, sementara proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) berjalan paralel untuk membangun lingkungan bisnis yang transparan dan dapat diprediksi.

Menko Airlangga menekankan pentingnya membangun koridor digital ini tidak hanya dengan kabel dan pusat data, tetapi juga dengan kepercayaan, kemitraan, dan visi bersama, dengan harapan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh kawasan ASEAN dan dunia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk Wakil Perdana Menteri Singapura, Duta Besar RI untuk Singapura, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Kepala BP Batam, serta pimpinan dari berbagai perusahaan terkait.