— PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp29,5 triliun sepanjang paruh pertama 2026. Perolehan ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,8% secara tahunan atau year on year (yoy).

Pencapaian laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang mencapai Rp42,4 triliun pada semester I-2026. Meskipun NII tercatat menyusut 0,6% (yoy) di tengah tren suku bunga tinggi, pendapatan non bunga (non interest income) justru mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 11% (yoy) hingga mencapai Rp13,2 triliun.

Dari sisi pencadangan, perseroan membukukan provisi sebesar Rp2,5 triliun, yang berarti tumbuh sebesar 11,6% (yoy) pada pertengahan tahun ini. Hal ini menunjukkan langkah proaktif BCA dalam mengantisipasi potensi risiko.

Dalam fungsi intermediasi, kredit yang disalurkan oleh BCA mencapai Rp1.036 triliun, mencatat pertumbuhan 8% (yoy). Pertumbuhan penyaluran kredit ini turut didukung oleh fokus pada kredit produktif.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga menunjukkan tren positif, meningkat 7,9% (yoy) menjadi Rp1.284 triliun per akhir Juni 2026. Dana murah, yang meliputi current account saving account (CASA), mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 10,2% (yoy) menjadi Rp1.082 triliun.

Rasio Keuangan BCA Semester I-2026

Untuk rasio profitabilitas, BCA mencatat return on asset (ROA) sebesar 3,8% pada semester I-2026. Angka ini mengalami penurunan 0,3% dari 4,1% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Return on equity (ROE) tercatat di posisi 24,1%, lebih rendah dari semester I-2025 di level 25,2%.

Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BCA juga mengalami penyusutan 50 basis poin (bps), dari 5,8% pada semester I-2025 menjadi 5,3% pada semester I-2026. Penurunan ini terjadi seiring dengan tren tingginya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Meski demikian, permodalan perseroan tetap terjaga kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26,8% pada paruh pertama 2026. Angka ini menunjukkan kemampuan BCA dalam menyerap potensi kerugian.

Di tengah dinamika ekonomi yang berpotensi meningkatkan risiko, BCA berhasil menjaga kualitas penyaluran kreditnya. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross mengalami perbaikan menjadi 1,9% pada semester I-2026, menurun dari 2,2% pada tahun sebelumnya. BCA juga terus menjaga kualitas tersebut dengan mempertahankan NPL coverage sebesar 165,5%.