— JAKARTA – PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 108,45 miliar pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 35% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang tercatat Rp 80,18 miliar.

ERAL merupakan anak usaha dari PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Penerima manfaat akhir dari perusahaan ini adalah Rebecca Halim, istri dari konglomerat Sugianto Kusuma atau yang dikenal sebagai Aguan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan per 30 Juni 2026, pendapatan perseroan sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 3,68 triliun, melonjak 41% dari Rp 2,61 triliun pada semester I-2025. Beban pokok penjualan tercatat Rp 3,01 triliun, naik 40% dari Rp 2,15 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, laba kotor perseroan mencapai Rp 668,08 miliar, menguat 44% dari Rp 462,80 miliar. Setelah dikurangi beban pokok penjualan dan distribusi sebesar Rp 345,89 miliar, serta beban umum dan administrasi Rp 345,89 miliar, laba usaha perusahaan tercatat Rp 176,87 miliar. Angka ini melesat 64% dari sebelumnya Rp 107,66 miliar.

Laba per saham ERAL pada 30 Juni 2026 adalah Rp 20,91, naik dari Rp 15,46 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset perusahaan per 30 Juni 2026 tercatat Rp 3,14 triliun dengan liabilitas Rp 1,31 triliun. Angka ini sedikit meningkat dari posisi 31 Desember 2025 dengan total aset Rp 3,08 triliun dan liabilitas Rp 1,32 triliun.

Perdagangan saham ERAL menunjukkan respons positif setelah laporan keuangan dirilis. Saham ERAL ditutup melonjak 4,23% ke level Rp 296 pada penutupan sesi perdagangan. Sebanyak 12,44 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 942 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 3,54 miliar.

Volume perdagangan saham ERAL ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan dengan Jumat, 24 Juli 2026. Pada hari tersebut, hanya 1,86 juta saham ERAL yang diperdagangkan dengan frekuensi 405 kali dan nilai transaksi Rp 529 juta.