— JAKARTA – Gangguan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di Sumatera Utara telah mendapat tanggapan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan jajaran PT Pertamina. Keduanya memastikan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan oleh ketersediaan stok BBM, melainkan murni kendala di sisi distribusi.

Wakil Direktur Pertamina, Oki Muraza, menyatakan bahwa pasokan BBM di Sumatera Utara dipastikan aman. Menurutnya, kendala yang muncul berkaitan dengan adanya laporan dugaan praktik fraud yang melibatkan beberapa pengemudi mobil tangki. “Jadi pertama-tama seperti disampaikan bahwa pasokan aman. Jadi pasokan BBM semuanya aman,” ujar Oki dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Oki menambahkan, langkah yang diambil Pertamina bukan pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan tindakan disiplin bagi para pengemudi yang terindikasi tidak mematuhi ketentuan perusahaan. Untuk memastikan kelancaran distribusi BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Pertamina juga mendapatkan dukungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam proses pengangkutan.

Menteri Bahlil Lahadalia turut menegaskan bahwa stok BBM secara nasional, termasuk untuk wilayah Sumatera Utara, berada pada level yang aman dan bahkan melebihi standar cadangan yang telah ditetapkan. Ia kembali menekankan bahwa gangguan yang terjadi bukan karena kekurangan pasokan energi, melainkan masalah operasional yang terkait dengan pengemudi mobil tangki. “Masalah kemarin itu adalah masalahnya sopir. Tapi itu kan urusan Pertamina sebenarnya, urusan Patra Niaga,” pungkas Bahlil.