— JAKARTA – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT PP Tbk (PTPP), dua emiten BUMN Karya, melaporkan kinerja keuangan semester I-2026 yang serupa. Keduanya mencatat penurunan pendapatan usaha, namun berhasil membukukan kenaikan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Adhi Karya merilis laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang menunjukkan pendapatan usaha sebesar Rp3,11 triliun. Angka ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,81 triliun. Penurunan pendapatan ini terutama disebabkan oleh melemahnya segmen teknik dan konstruksi, properti dan pelayanan, serta manufaktur.

Pendapatan dari teknik dan konstruksi ADHI turun dari Rp3,11 triliun menjadi Rp2,65 triliun. Bisnis properti dan pelayanan juga terkoreksi dari Rp176,55 miliar menjadi Rp154,84 miliar, sementara manufaktur turun dari Rp383,26 miliar menjadi Rp166,46 miliar. Segmen investasi dan konsesi menunjukkan kenaikan tipis dari Rp136,14 miliar menjadi Rp138,43 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan usaha Adhi Karya pada paruh pertama 2026 melemah 18,36% secara tahunan.

Meskipun pendapatan menurun, beban pokok pendapatan ADHI berhasil ditekan menjadi Rp2,41 triliun dari Rp3,23 triliun pada semester I-2025. Hal ini menghasilkan laba kotor sebesar Rp700,42 miliar, lebih tinggi dari Rp576,87 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba usaha melonjak 67,42% menjadi Rp316,17 miliar, didorong oleh efisiensi beban penjualan serta beban umum dan administrasi.

Setelah memperhitungkan pajak dan komponen lainnya, laba tahun berjalan ADHI tercatat Rp17,51 miliar, sedikit turun dari Rp19,58 miliar. Namun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru menguat dari Rp7,54 miliar menjadi Rp8,49 miliar. Laba per saham dasar juga meningkat dari Rp0,90 menjadi Rp1,01.

Dari sisi neraca, total aset Adhi Karya menyusut dari Rp28,79 triliun menjadi Rp27,52 triliun. Liabilitas juga berkurang dari Rp25,49 triliun menjadi Rp24,21 triliun, sementara ekuitas bertambah menjadi Rp3,31 triliun.

Nasib Serupa PTPP

PT PP Tbk (PTPP) juga menghadapi tren serupa. Perusahaan ini membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp193,46 miliar pada semester I-2026. Angka ini melonjak 196,5% dibandingkan Rp65,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pendapatan usaha PTPP mengalami koreksi dari Rp6,70 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp5,95 triliun pada semester I-2026. Meskipun pendapatan menurun, pertumbuhan laba PTPP di semester I-2026 menandai perbaikan kinerja yang mulai terlihat sejak kuartal II-2026. Pada kuartal I-2026, laba PTPP tercatat Rp50,46 miliar, sedikit menurun dari Rp59,38 miliar pada kuartal I-2025.