— JAKARTA – Kebutuhan peralatan makan atau tableware di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Pertumbuhan ini utamanya didorong oleh maraknya pembukaan restoran dan kafe baru di berbagai daerah.

Commercial & Marketing Director PT Sango Ceramics Indonesia, Pepy Alamsjah, menyatakan bahwa penjualan produk tableware di perusahaannya mengalami pertumbuhan hingga puluhan persen. Faktor utama di balik lonjakan ini adalah menjamurnya bisnis di sektor perhotelan, restoran, kafe, serta industri hospitality lainnya.

Pepy optimistis bahwa tahun ini akan menjadi periode yang semakin prospektif bagi industri ini. Sektor makanan dan minuman (F&B) saat ini tengah mengalami perkembangan yang sangat pesat, terlihat lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan munculnya banyak kafe dan restoran baru.

Selain itu, Pepy menambahkan, kondisi ekonomi juga turut memengaruhi perilaku konsumen. Ketika sebagian masyarakat memilih untuk mengurangi anggaran bepergian ke luar negeri, mereka cenderung mengalokasikan pengeluaran tersebut untuk aktivitas di dalam negeri, termasuk menikmati kuliner. Fenomena ini dikenal sebagai ‘the cheapest luxury’ yang masih terjangkau bagi banyak orang, sehingga industri F&B terus bertumbuh.

Di samping pembukaan gerai baru, banyak pelaku usaha juga melakukan pembaruan konsep bisnis mereka. Hal ini termasuk mengganti atau memperbarui peralatan makan agar sesuai dengan tren terbaru dalam hal warna, bentuk, maupun desain.

“Saat ini tren sangat dipengaruhi oleh media sosial. Penyajian makanan harus menarik secara visual karena sering difoto dan dibagikan. Oleh sebab itu, tableware juga ikut menjadi bagian dari pengalaman bersantap,” jelas Pepy. Ia juga menyebutkan bahwa produk Sango telah diekspor ke berbagai negara di Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia.

Lebih lanjut, Pepy menjelaskan bahwa restoran atau kafe kini cenderung memilih piring dengan desain khusus dan bahkan menambahkan identitas atau logo mereka sebagai bagian dari strategi branding.

Kontribusi Tiga Segmen Pasar Utama

Selama 50 tahun beroperasi dengan pabrik di Semarang, Jawa Tengah, Pepy memaparkan bahwa Sango memiliki tiga segmen pasar utama. Ketiga segmen tersebut meliputi hotel dan industri hospitality, restoran serta bisnis food and beverage, dan segmen rumah tangga serta pasar tradisional.

“Sulit menyebutkan persentase masing-masing segmen secara pasti karena setiap segmen memiliki kontribusi yang besar,” ungkap Pepy.

Ia merinci bahwa kebutuhan hotel sangat besar karena mencakup restoran hotel, layanan banquet, room service, dan berbagai fasilitas lainnya. Sementara itu, restoran terus berkembang seiring dengan ekspansi jaringan restoran yang membuka puluhan gerai baru. Selain membuka cabang baru, restoran juga rutin memperbarui konsep penyajian, menu, hingga desain tableware agar tetap relevan dengan tren.

Untuk pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) kali ini, Sango memfokuskan diri pada produk-produk untuk segmen hospitality. Tiga koleksi baru yang ditampilkan ditujukan khusus bagi hotel, restoran, dan industri hospitality, bukan untuk pasar rumah tangga.

Tren Hospitality Dunia dan Koleksi Terbaru Sango

Menjawab tren hospitality dunia dan Indonesia, Sango meluncurkan tiga koleksi tableware terbaru: Monostone, Genoa, dan Asian Cuisine Padma. Pepy menjelaskan bahwa tableware bergaya handmade sebelumnya identik dengan harga tinggi, kualitas yang kurang konsisten, serta daya tahan yang tidak sesuai untuk penggunaan komersial.

Sango menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi produksi modern yang mampu menghasilkan karakter visual artisanal secara konsisten tanpa mengorbankan kualitas. Keunggulan Sango terletak pada sistem produksi yang sepenuhnya terintegrasi (vertically integrated manufacturing). Seluruh proses dilakukan secara internal, mulai dari pengolahan bahan baku, pembentukan produk, dekorasi, pembakaran, finishing, hingga pengemasan.

Untuk segmen Sango Hospitality, digunakan material alumina body yang dibakar pada suhu mencapai 1.380°C. Hal ini menghasilkan material dengan kekuatan tinggi yang dirancang untuk penggunaan intensif di hotel dan restoran.

Koleksi Monostone

FnB Consultant & Chef PT Sango Ceramics Indonesia, Eric Prabowo, menjelaskan bahwa koleksi Monostone mengusung konsep ‘raw meets modern technology‘. Monostone memiliki tekstur luar menyerupai batu alam dengan bagian dalam glossy yang lebih tahan terhadap goresan. Palet warna hitam, abu-abu, dan putih menghadirkan tampilan minimalis yang memperkuat visual makanan.

Permukaannya telah diuji terhadap noda kecap dan saus tomat selama berjam-jam, dengan hasil yang mudah dibersihkan tanpa meninggalkan bekas. Monostone dirancang untuk segmen menengah ke atas, khususnya hotel, restoran, dan sektor hospitality. Karakter permukaannya yang bertekstur memberikan kesan lebih artisanal dan refined, sehingga cocok digunakan di restoran fine dining maupun casual fine dining.

“Konsepnya adalah membuat makanan menjadi pusat perhatian. Karena warna piring dibuat monokrom, hidangan dengan berbagai warna akan lebih menonjol. Di restoran kelas menengah atas, chef umumnya ingin menampilkan kualitas hidangan sebagai fokus utama. Jika piring memiliki terlalu banyak warna atau motif, perhatian justru bisa teralihkan dari makanannya,” jelas Eric Prabowo.

Koleksi Genoa

Koleksi Genoa hadir dengan motif ‘radiating ripples‘ yang menyerupai riak air dan mengarahkan perhatian pada sajian di tengah piring. Kombinasi warna earth tones dengan aksen putih lembut membantu mempercantik plating, sehingga hidangan terlihat lebih menarik tanpa memerlukan garnish berlebihan. Koleksi ini tersedia dalam berbagai ukuran dinner plate, coupe plate, bowl, cup & saucer untuk memenuhi kebutuhan hotel hingga fine dining.

“Genoa ditujukan untuk segmen menengah, seperti kafe atau restoran kasual. Misalnya, hidangan sederhana seperti nasi goreng atau nasi kuning dapat terlihat lebih menarik ketika disajikan menggunakan piring dengan desain yang lebih artistik. Jadi, jika Monostone lebih berfungsi menonjolkan makanan, Genoa justru membantu meningkatkan tampilan visual hidangan melalui desain piringnya,” papar Eric.

Koleksi Asian Cuisine Padma

Koleksi Asian Cuisine Padma terinspirasi dari keindahan alam Asia, menghadirkan bentuk-bentuk menyerupai bunga teratai, daun pisang, dan bambu. Permukaan bergelombang serta tekstur urat daun memberikan dimensi artistik yang kuat.

Warna Padma Green dan Padma White menghadirkan kesan alami dan elegan. Material alumina porcelain menjadikannya ideal untuk penggunaan hospitality dengan intensitas tinggi. “Ini cocok untuk makanan tradisional Indonesia yang biasanya disajikan dengan alas daun pisang,” kata Eric.