— Kota Melbourne, Australia, menjadi salah satu destinasi menarik untuk investasi properti. Namun, keputusan membeli properti di luar negeri, termasuk di Melbourne, memerlukan pemahaman mendalam mengenai berbagai aspek.

Direktur Nord International, Coco Zhou, menekankan pentingnya pemahaman tidak hanya soal harga, tetapi juga lokasi, regulasi, biaya kepemilikan, dan tujuan pembelian. “Karena itu melalui seminar, kami ingin memberikan akses informasi yang lebih jelas kepada masyarakat Indonesia mengenai investasi properti di Australia,” ujar Coco dalam seminar Melbourne Elite Education & Wealth Planning Summit Jakarta 2026.

Melbourne dikenal sebagai pusat pendidikan, bisnis, budaya, dan gaya hidup di Australia. Keberadaan institusi pendidikan, pusat bisnis, jaringan transportasi publik, fasilitas kesehatan, pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya menjadikan kota ini relevan bagi pelajar internasional, profesional, keluarga, dan investor.

Properti Melbourne untuk Berbagai Tujuan

Bagi masyarakat Indonesia, properti di Melbourne dapat dipertimbangkan untuk berbagai tujuan. Selain sebagai bagian dari portofolio investasi dan sumber potensi pendapatan sewa, properti juga dapat digunakan sebagai tempat tinggal bagi anak yang melanjutkan pendidikan di Australia maupun sebagai bagian dari perencanaan aset keluarga dalam jangka panjang.

Coco menekankan bahwa keputusan membeli properti perlu disesuaikan dengan tujuan masing-masing calon pembeli. Properti yang ditujukan untuk disewakan memiliki pertimbangan yang berbeda dengan properti yang akan dihuni sendiri atau digunakan oleh anggota keluarga selama menempuh pendidikan.

“Setiap calon pembeli memiliki kebutuhan dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, kami membantu mereka memahami tujuan pembelian terlebih dahulu sebelum menentukan tipe unit dan anggaran yang sesuai,” jelas Coco.

Faktor Pendukung dan Prospek Investasi

Prospek investasi properti di Melbourne dilihat dari beberapa faktor, seperti lokasi, akses transportasi, kedekatan dengan pusat pendidikan dan bisnis, kualitas bangunan, reputasi pengembang, serta kebutuhan pasar penyewaan.

Lokasi menjadi salah satu aspek penting. Properti yang berada di pusat kota memberikan kemudahan akses menuju pusat aktivitas bisnis, pendidikan, transportasi umum, fasilitas publik, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Selain mempertimbangkan harga beli, investor juga perlu memahami komponen biaya lainnya. “Investor juga perlu memahami komponen biaya lainnya, seperti pajak, biaya legal, biaya pengelolaan gedung, biaya pemeliharaan, serta ketentuan yang berlaku bagi pembeli asing di Australia,” ungkap Coco.

Kepemilikan properti di Melbourne juga dapat menjadi bagian dari perencanaan pendidikan bagi sebagian keluarga Indonesia. Properti dapat digunakan sebagai tempat tinggal anak selama studi, sekaligus dipertimbangkan sebagai aset jangka panjang. Namun, keputusan ini tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial, durasi pendidikan, lokasi institusi pendidikan, serta kebutuhan tempat tinggal.

Peserta seminar memperoleh gambaran mengenai perencanaan pendidikan, kepemilikan properti, dan pengelolaan aset yang terintegrasi. Kesempatan konsultasi langsung mengenai proses pembelian, pilihan tipe unit, regulasi, dan pertimbangan bagi investor asing juga diberikan.

Coco menambahkan, “Respons peserta menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki minat yang cukup besar terhadap pendidikan dan properti di Australia. Pada saat yang sama, mereka juga membutuhkan informasi yang transparan serta pendampingan yang tepat agar dapat mengambil keputusan secara lebih matang.”

Atlas Apartments di Melbourne CBD

Dalam acara tersebut, Nord International memperkenalkan Atlas Apartments, sebuah proyek apartemen yang berlokasi di kawasan Melbourne Central Business District (CBD).

“Lokasi di Melbourne CBD menjadi salah satu daya tarik utama proyek ini. Kawasan tersebut memiliki akses menuju pusat bisnis, institusi pendidikan, pusat perbelanjaan, fasilitas publik, kawasan hiburan, serta jaringan transportasi umum yang mendukung mobilitas penghuni,” kata Coco.

Atlas Apartments menawarkan pilihan unit beragam, mulai dari apartemen studio hingga tiga kamar tidur, memungkinkan calon pembeli menyesuaikan unit berdasarkan kebutuhan.

Harga unit Atlas Apartments ditawarkan mulai dari AUD499.000 atau setara dengan Rp6.262.000.000. Harga setiap unit dapat berbeda berdasarkan tipe apartemen, jumlah kamar tidur, luas unit, posisi lantai, pemandangan, serta ketersediaan unit.

Kisaran harga tersebut belum termasuk biaya tambahan yang berkaitan dengan proses pembelian dan kepemilikan properti di Australia, seperti biaya legal, pajak, biaya pengajuan bagi pembeli asing, dan biaya pengelolaan apartemen.

Melalui seminar, peserta mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik Atlas Apartments, lokasi proyek, pilihan tipe unit, kisaran harga, hingga proses pembelian bagi calon investor Indonesia.

“Atlas Apartments diperkenalkan sebagai salah satu pilihan bagi masyarakat Indonesia yang mencari properti di pusat kota Melbourne. Dengan pilihan mulai dari unit studio hingga tiga kamar tidur, calon pembeli dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan pendidikan, tempat tinggal, maupun perencanaan aset,” ujar Coco.