— PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), emiten yang dikenal sebagai bagian dari portofolio investasi Lo Kheng Hong, telah merilis laporan keuangan untuk periode semester I-2026. Perusahaan produsen ban ini mencatatkan peningkatan signifikan dalam kinerja finansialnya.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, Gajah Tunggal berhasil membukukan penjualan bersih atau omzet sebesar Rp 8,99 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, yang tercatat Rp 8,52 triliun. Peningkatan omzet ini didukung oleh efisiensi pada beban pokok penjualan yang hanya naik 2,3% menjadi Rp 7,09 triliun, dari sebelumnya Rp 6,93 triliun.

Berkat pengendalian biaya yang baik, laba kotor Gajah Tunggal melonjak 20% menjadi Rp 1,90 triliun, naik dari Rp 1,58 triliun pada semester I-2025. Kinerja positif ini berlanjut pada laba sebelum pajak yang mencapai Rp 1,01 triliun, melesat 73% dari Rp 584,31 miliar pada tahun sebelumnya.

Puncak pencapaian terlihat pada laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang melaju 76% menjadi Rp 796,36 miliar. Angka ini jauh melampaui perolehan Rp 450,50 miliar pada semester I-2025. Pertumbuhan laba per saham juga tercatat signifikan, menjadi Rp 229 per 30 Juni 2026, dibandingkan Rp 129 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset Gajah Tunggal per akhir Juni 2026 mencapai Rp 23,59 triliun, dengan kas dan setara kas sebesar Rp 859 miliar. Liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 12,58 triliun.

Valuasi Menarik dan Akumulasi Investor

Secara valuasi, saham GJTL dinilai atraktif oleh para analis. Rasio price to book value (PBV) berada di angka 0,35 kali, menunjukkan bahwa harga saham di pasar masih lebih rendah dibandingkan nilai buku per sahamnya yang tercatat di kisaran Rp 3.150. Selain itu, rasio price earning ratio (PER) annualized Gajah Tunggal tercatat 2,44 kali.

Lo Kheng Hong sendiri terpantau terus aktif mengakumulasi saham Gajah Tunggal. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia per 22 Juli 2026, kepemilikan Lo Kheng Hong bertambah 200 ribu saham, sehingga total kepemilikannya mencapai 239.920.900 saham atau setara dengan 6,88% dari total saham Gajah Tunggal.