Detak.news — JAKARTA – PT Indosat Tbk (ISAT), salah satu pemain utama di industri telekomunikasi Indonesia, menunjukkan sinyal positif dalam performa laba berkat peningkatan monetisasi layanan data. Prospek yang cerah ini juga tercermin pada pergerakan sahamnya di bursa, yang dinilai berpotensi memberikan keuntungan signifikan bagi investor.
KB Valbury Sekuritas memprediksi Indosat (ISAT) akan melanjutkan tren perbaikan kinerjanya pada kuartal II-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) yang berkelanjutan dan stabilitas pendapatan per unit trafik data sejak kuartal III-2025.
“Perkembangan ini mencerminkan monetisasi industri telekomunikasi yang makin sehat dan penerapan disiplin harga yang konsisten,” ungkap analis KB Valbury Sekuritas, Steven Gunawan dalam risetnya, Rabu (22/7/2026).
Meskipun investasi jaringan yang terus dilakukan ISAT diperkirakan akan meningkatkan beban layanan sebesar 3% secara kuartalan (qoq), pengelolaan biaya operasional (opex) yang disiplin diproyeksikan mampu menekan biaya berbasis kas sebesar 1,2% qoq. Hal ini diharapkan dapat menopang pertumbuhan EBITDA ISAT sebesar 0,9% qoq.
KB Valbury Sekuritas mempertahankan proyeksi kinerja ISAT tahun ini, dengan pertumbuhan utama disumbang oleh monetisasi layanan data yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan.
Pendapatan dari layanan data ISAT diproyeksikan tumbuh 7,6% secara tahunan (yoy) mencapai Rp 46,7 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh jumlah pelanggan yang relatif stabil, kenaikan trafik data sebesar 8,3% yoy, pendapatan per unit trafik data yang tetap terjaga, serta pemulihan ARPU secara bertahap.
Potensi Keuntungan Saham ISAT
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan beli saham Indosat (ISAT) dengan target harga Rp 2.500. Mengingat posisi saham ISAT saat ini di level Rp 1.945, terdapat potensi keuntungan sebesar 28,5%.
Target harga tersebut mencerminkan estimasi valuasi EV/EBITDA 2026 sebesar 3,3 kali. Valuasi ISAT dinilai masih menarik di tengah membaiknya monetisasi layanan dan visibilitas pertumbuhan laba yang semakin kuat.
Katalis positif bagi saham ISAT meliputi keberlanjutan pemulihan harga layanan dan peningkatan monetisasi bisnis home broadband (HBB). Namun, risiko utama yang perlu diperhatikan adalah potensi pelemahan permintaan akibat kondisi makro ekonomi serta suku bunga yang bertahan tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Ikuti Detak.news
