— Nilai tukar rupiah (IDR) menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Data dari pasar spot exchange per pukul 15.00 WIB mencatat rupiah ditutup menguat 60 poin atau 0,33% ke level Rp 17.888 per dolar AS.

Sebelumnya, perdagangan hari ini dibuka dengan rupiah yang menguat tipis 11 poin (0,06%) ke posisi Rp 17.937 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen awal yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang melancarkan serangkaian serangan selama akhir pekan.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa ketegangan antara AS dan Iran kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai jalur pengiriman energi global, khususnya melalui Selat Hormuz. Ibrahim memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah pada pekan ini akan berada di kisaran Rp 17.750 hingga Rp 18.050 per dolar AS.

Namun, penguatan rupiah terjadi setelah rilis data inflasi dan pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan kinerja yang lesu. “Tetapi investor tetap fokus pada apakah kenaikan biaya energi dapat mempersulit upaya Federal Reserve dalam memerangi inflasi,” ungkap Ibrahim dalam keterangannya pada Senin, 20 Juli 2026.