Detak.news — JAKARTA – Saham emiten Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), melonjak 6,13% ke level Rp 2.250 pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Pergerakan saham ini diiringi dengan catatan pembelian bersih (net buy) oleh investor asing senilai Rp 32,8 miliar.
Volume perdagangan saham TPIA mencapai 1,02 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 127.578 kali, menghasilkan nilai transaksi total sebesar Rp 2,24 triliun. Investor asing menunjukkan minat yang tinggi terhadap saham ini, dengan broker JP Morgan Sekuritas membukukan net buy senilai Rp 163,3 miliar dan UBS Sekuritas Indonesia mencatat net buy Rp 85,5 miliar untuk investor asing.
Selama bulan Juli 2026, saham Chandra Asri Pacific secara umum menunjukkan tren positif. Dalam sepekan terakhir, saham TPIA bahkan telah melambung 19,68%, dengan total net buy investor asing mencapai Rp 473,9 miliar.
Progres Pembangunan Fasilitas CA-EDC Capai 72%
Di tengah kenaikan harga sahamnya, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), melalui anak usahanya PT Chandra Asri Alkali (CAA), terus melanjutkan pembangunan fasilitas Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek strategis ini memiliki nilai investasi lebih dari US$ 800 juta.
Hingga Juli 2026, progres pembangunan fasilitas CA-EDC telah mencapai 72%. Kemajuan ini menandai langkah signifikan dalam mendukung kesiapan operasional yang ditargetkan dimulai pada tahun 2027. Seiring dengan perkembangan tersebut, perseroan juga mulai menjajaki pengembangan fasilitas CA-EDC Tahap II melalui studi kelayakan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas produksi. Pengembangan tahap lanjutan ini diperkirakan menelan investasi sebesar US$ 1 miliar.
Langkah strategis ini menunjukkan komitmen Chandra Asri Group dalam mendukung pertumbuhan industri kimia nasional dengan menyediakan bahan baku strategis yang lebih andal dan berdaya saing. Proyek CA-EDC diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Tahap konstruksi proyek CA-EDC saat ini telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Setelah fasilitas beroperasi penuh, diproyeksikan akan tercipta sekitar 250 lapangan kerja baru.
Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyatakan bahwa kemajuan pembangunan fasilitas CA-EDC merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memperkuat fondasi industri kimia nasional. “Ke depan, melalui studi kelayakan Tahap II dan pembangunan infrastruktur pendukung, kami ingin menghadirkan ekosistem produksi dan distribusi yang semakin terintegrasi sehingga mampu meningkatkan keandalan pasokan bahan kimia dasar bagi industri nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok regional,” ujar Erwin dalam keterangan resmi dikutip Selasa (21/7/2026).
Infrastruktur Pendukung dan Pengurangan Impor
Chandra Asri Group juga terus mengembangkan infrastruktur pendukung untuk menunjang operasional fasilitas secara terintegrasi. Pengembangan ini mencakup fasilitas distribusi, penyimpanan, serta pengelolaan logistik produk CA-EDC, yang bertujuan memperkuat konektivitas rantai pasok industri kimia nasional dan regional.
Setelah beroperasi, fasilitas CA-EDC diproyeksikan mampu meningkatkan keandalan pasokan soda kaustik bagi berbagai sektor industri, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor. Produksi soda kaustik cair dari fasilitas ini diperkirakan berpotensi menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai US$ 293 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun. Sementara itu, produksi Ethylene Dichloride (EDC) akan diarahkan untuk pasar ekspor, berpotensi menghasilkan devisa hingga US$ 300 juta atau sekitar Rp 5 triliun per tahun.
Melalui pembangunan fasilitas CA-EDC dan infrastruktur pendukungnya, Chandra Asri Group menegaskan kontribusinya dalam mendukung kemandirian industri kimia nasional melalui penyediaan bahan kimia dasar strategis serta pembangunan ekosistem industri yang lebih terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.