— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positifnya dengan kenaikan 1,7% pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Penguatan ini terjadi di tengah sikap waspada Moody’s terhadap Indonesia, yang mempertahankan outlook negatif tanpa perubahan.

Dalam laporannya, Maybank Sekuritas mencatat bahwa pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan terus menjadi perhatian ke depan. Lembaga pemeringkat tersebut juga memberikan pandangan positif terkait pengurangan alokasi anggaran dari MBG yang berpotensi menjaga defisit fiskal di bawah 3%.

“Kami mengingatkan bahwa koreksi sehat di saat rally adalah suatu hal yang normal sebelum melanjutkan tren positif,” ujar Maybank Sekuritas dalam catatan risetnya pada Rabu (22/7/2026).

Dalam analisisnya mengenai kedalaman pasar dan rotasi saham, Maybank Sekuritas mengangkat tema saham-saham yang dinilai masih relatif tertinggal atau laggard.

ADMR: Potensi Pertumbuhan Agresif

Maybank Sekuritas menyoroti saham ADMR (not covered) dengan P/E 11,9x sebagai saham laggard jika dibandingkan dengan induknya, ADRO, yang memiliki P/E 26F sebesar 9,0x. “Dari titik tertinggi tahun 2026, ADRO hanya mengalami penurunan sekitar -10%, sedangkan ADMR -33%,” ungkap Maybank Sekuritas.

Peningkatan bertahap dalam produksi aluminium serta realisasi ekspor ke Amerika Serikat dan Korea Selatan diprediksi akan mendorong potensi pertumbuhan yang lebih agresif bagi ADMR dibandingkan ADRO. “Tipikal fast growing company cenderung lebih volatile, namun dapat memberikan alpha yang relatif lebih besar,” papar Maybank Sekuritas.

BREN: Fokus pada Energi Terbarukan

Selain ADMR, Maybank Sekuritas juga melihat BREN sebagai salah satu saham laggard di antara saham-saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu. Tema energi terbarukan, khususnya yang berkaitan dengan energi panas bumi (geothermal energy), dipandang sebagai sektor yang menarik untuk diperhatikan.