— Spanyol berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2026, menandai puncak turnamen sepak bola dunia yang berakhir pada Senin (20/7/2026). Kemenangan ini mengulang sejarah Spanyol saat menjuarai Piala Dunia 2010, dua tahun setelah mereka memenangkan Piala Eropa.

Seiring berakhirnya perhelatan akbar tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau berada di zona hijau. Sekitar pukul 09.23 WIB, IHSG tercatat menguat 0,74% ke level 6.220. Pergerakan pasar menunjukkan dominasi saham yang menghijau, dengan 386 saham menguat, 148 melemah, dan 195 stagnan.

Saham Bank Besar Menjadi Incaran

Dua saham unggulan dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), menunjukkan tren pembelian yang kuat dari investor. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA mencatatkan *net buy* sebesar Rp 118,2 miliar, sementara saham BBRI mengumpulkan *net buy* Rp 55,9 miliar.

Harga saham BBCA turut menguat 1,16% ke level Rp 6.550, dan saham BBRI naik 3,37% mencapai Rp 3.070.

Investor Asing Kembali Akumulasi Saham Big Banks

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melaporkan bahwa investor asing kembali melakukan akumulasi pada saham-saham bank besar (*big banks*). Pada perdagangan Jumat pekan lalu, investor asing mencatat *net buy* senilai Rp 725 miliar di pasar reguler, seiring dengan penguatan IHSG sebesar 1,10% ke level 6.175,5. Hal ini mengindikasikan meredanya tekanan jual dari investor asing.

BRIDS merinci, saham BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi tiga saham dengan akumulasi asing terbesar, masing-masing mencapai Rp 698,2 miliar, Rp 374,8 miliar, dan Rp 267,6 miliar. Hal ini menunjukkan fokus investor kini kembali tertuju pada sektor perbankan.

Sentimen Positif dari Pernyataan Bank Indonesia

BRIDS menyoroti bahwa sentimen positif terhadap sektor perbankan didorong oleh pernyataan Bank Indonesia (BI) yang menegaskan bahwa bank nasional tidak akan menanggung kerugian BI dalam skema stabilisasi rupiah. Pernyataan ini berhasil mengurangi kekhawatiran investor mengenai prospek sektor perbankan.

Selain itu, BI juga memperkuat upaya stabilisasi rupiah melalui intervensi pasar NDF *offshore*, perluasan instrumen valas, dan relaksasi transaksi bagi dealer utama. Langkah-langkah ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor asing.

Prospek Saham Big Banks sebagai Leading Sector

Jika tren aliran masuk (*inflow*) asing terus berlanjut, BRIDS memprediksi saham-saham bank besar berpotensi kembali menjadi sektor utama penggerak (*leading sector*) sekaligus motor penguatan IHSG dalam jangka pendek. Hal ini didukung oleh fundamental sektor perbankan yang solid dan bobotnya yang signifikan dalam indeks saham gabungan.