— Standard Chartered Indonesia terus memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan pendanaan korporasi. Bank ini menyediakan solusi bagi korporasi besar, pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), hingga institusi keuangan melalui pembiayaan sindikasi dan pasar modal utang internasional.

Chief Executive Officer Standard Chartered Indonesia, Donny Donosepoetro, menyatakan bahwa bank tersebut menghadirkan solusi lintas negara yang kompleks. Peran ini mencakup sebagai joint coordinator, joint senior underwriter, mandated lead arranger, serta bookrunner fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) untuk Danantara senilai hingga US$10 miliar yang tersedia dalam beberapa mata uang.

Fasilitas ini dirancang untuk mendukung Danantara dalam mengakses pendanaan internasional bagi kebutuhan investasi strategisnya. Selain itu, Standard Chartered juga berperan sebagai joint lead manager dan bookrunner, serta mendukung Danantara sebagai rating advisor, dalam penerbitan obligasi dual-tranche perdana PT Danantara Investment Management senilai US$1,5 miliar pada Juni 2026.

Menurut Donny, keterlibatan dalam transaksi ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan korporasi Indonesia terhadap akses pendanaan lintas negara dan solusi pembiayaan yang terintegrasi. “Permintaan terhadap solusi pendanaan, transaction banking, dan akses pasar modal terus berkembang, baik dari pemerintah, sektor publik, lembaga keuangan maupun korporasi besar,” ungkap Donny, Kamis (23/7/2026).

Standard Chartered juga telah mendukung berbagai penerbitan obligasi internasional pemerintah. Dukungan ini mencakup transaksi obligasi dolar AS, sukuk, serta format penerbitan internasional lainnya yang membantu memperluas pilihan pendanaan bagi Indonesia. Bank ini telah menjadi mitra pemerintah Indonesia dalam penerbitan obligasi internasional sejak 2009, dengan total dana yang berhasil dihimpun melebihi US$55 miliar.

Pada tahun 2025, Standard Chartered bertindak sebagai Joint Lead Manager dalam sejumlah penerbitan obligasi internasional pemerintah Indonesia untuk berbagai mata uang, termasuk USD, sukuk global, CNH Dim Sum, serta obligasi Kangaroo AUD perdana Indonesia. Hal ini bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperluas dan mendiversifikasi basis investor internasionalnya.

Head of Coverage Corporate & Investment Banking Standard Chartered Indonesia, Amit Verma, mengatakan bahwa kebutuhan pembiayaan berskala besar dan kompleks diperkirakan akan terus meningkat seiring kebutuhan investasi dan pembangunan di Indonesia. “Kami melihat kebutuhan pembiayaan yang semakin beragam, baik melalui pinjaman maupun pasar modal, sehingga diperlukan solusi yang mampu menghubungkan kebutuhan pendanaan domestik dengan investor global,” katanya.

Atas kiprahnya tersebut, Standard Chartered Indonesia memperoleh dua penghargaan pada Euromoney Awards for Excellence 2026, yaitu Best Bank for Large Corporates in Indonesia dan Best Investment Bank for Debt Capital Markets in Indonesia. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap kinerja, inovasi, kepemimpinan pasar, serta kontribusi kepada nasabah di industri perbankan global.

Pengakuan dari Euromoney ini melengkapi deretan penghargaan yang diraih Standard Chartered Indonesia sepanjang 2025 dan 2026, sekaligus menegaskan peran bank dalam mendukung kebutuhan nasabah di berbagai segmen, mulai dari korporasi besar, pasar modal, transaction banking, wealth management, hingga pembiayaan berkelanjutan.