— Investor legendaris Lo Kheng Hong kembali memperkuat posisinya di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dengan menambah jumlah kepemilikan sahamnya. Dalam laporan keterbukaan informasi emiten pada 27 Juli 2026, Lo Kheng Hong tercatat melakukan pembelian tambahan sebanyak 5.180.000 saham GJTL pada tanggal 21 Juli 2026. Transaksi ini dilakukan pada harga Rp 1.140 per saham, dengan total nilai investasi mencapai Rp 5,9 miliar. Tujuan dari transaksi ini adalah untuk menambah porsi investasi.

Setelah penambahan investasi tersebut, total kepemilikan saham Lo Kheng Hong di Gajah Tunggal kini mencapai 245.100.900 lembar saham, atau setara dengan 7,03% dari total saham emiten. Sebelumnya, kepemilikannya tercatat sebanyak 239.920.900 lembar saham (6,88%).

Pergerakan saham GJTL sendiri menunjukkan tren positif. Pada perdagangan Senin (27/7/2026), saham Gajah Tunggal melonjak 8,07% ke level Rp 1.205. Lonjakan ini didorong oleh volume perdagangan yang signifikan, mencapai 34,08 juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 5.027 kali, serta nilai transaksi total sebesar Rp 40,70 miliar.

Meskipun mengalami kenaikan harga, valuasi saham GJTL dinilai masih sangat menarik. Saham ini diperdagangkan dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,38 kali. Berdasarkan data aplikasi Stockbit, nilai buku per saham Gajah Tunggal berada di kisaran Rp 3.150. Hal ini menunjukkan bahwa saham emiten produsen ban ini tergolong ‘salah harga’ jika dibandingkan dengan nilai intrinsiknya.

Lebih lanjut, price earning ratio (PER) Gajah Tunggal tercatat sebesar 2,64 kali secara annualized, menunjukkan potensi keuntungan yang baik bagi investor.

Performa keuangan emiten portofolio Lo Kheng Hong, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), juga menunjukkan hasil yang memuaskan. Dalam laporan keuangan semester I-2026, perusahaan mencatatkan penjualan bersih atau omzet sebesar Rp 8,99 triliun, mengalami peningkatan 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 8,52 triliun. Pertumbuhan omzet ini dicapai meskipun beban pokok penjualan hanya naik tipis sebesar 2,3% menjadi Rp 7,09 triliun.

Peningkatan efisiensi operasional ini berdampak positif pada laba kotor Gajah Tunggal yang tercatat sebesar Rp 1,90 triliun, tumbuh 20% dari Rp 1,58 triliun pada semester I-2025. Laba sebelum pajak perusahaan juga melonjak tajam sebesar 73% menjadi Rp 1,01 triliun, dari sebelumnya Rp 584,31 miliar.

Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 76%, mencapai Rp 796,36 miliar, naik dari Rp 450,50 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, laba per saham per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 229, meningkat dari Rp 129 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir Juni 2026, total aset Gajah Tunggal mencapai Rp 23,59 triliun, dengan saldo kas dan setara kas sebesar Rp 859 miliar. Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 12,58 triliun.