— JAKARTA – Kepemilikan saham Direktur PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), Ismu Prasetyo, dilaporkan mengalami peningkatan. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per akhir Juni 2026, Ismu kini mengempit 345.700 lembar saham atau 0,01% dari total saham perseroan. Angka ini bertambah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat hanya 213.400 saham.

Dalam praktik pasar modal, pembelian saham oleh jajaran direksi menggunakan dana pribadi sering kali diinterpretasikan sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental dan arah pengembangan bisnis perusahaan. Aksi ini dilakukan di tengah persiapan perseroan untuk meluncurkan berbagai inisiatif strategis yang bertujuan memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha.

Salah satu agenda yang sebelumnya telah diumumkan perseroan adalah rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang akan dilaksanakan di masa mendatang. Meskipun pembelian saham oleh direksi dan rencana rights issue merupakan dua peristiwa yang terpisah, sebagian pelaku pasar melihat peningkatan kepemilikan saham oleh manajemen sebagai cerminan optimisme terhadap prospek perseroan, terutama setelah perusahaan berpotensi memperoleh tambahan modal untuk menjalankan strategi pertumbuhan.

Dana yang diperoleh dari rights issue diharapkan dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjalankan berbagai agenda ekspansi, memperbesar skala bisnis, serta meningkatkan daya saing di industri yang digeluti. Pengamat pasar modal, Abdurrahman Assegaf, menyatakan bahwa aksi pembelian saham oleh direksi semacam ini umumnya menjadi informasi penting yang perlu dicermati bersama faktor fundamental lainnya, karena menunjukkan adanya keselarasan kepentingan antara manajemen dan para pemegang saham.

Ke depannya, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan realisasi agenda korporasi NTBK, termasuk pelaksanaan rights issue beserta strategi penggunaan dananya sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.