— DENPASAR – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memperluas program pengembangan sekolah vokasi ke Provinsi Bali. Melalui program corporate social responsibility (CSR), TMMIN menyerahkan donasi alat peraga mesin kendaraan terkini kepada SMKN 1 Denpasar dan SMK Rekayasa Denpasar.

Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto, didampingi Wakil Presiden Direktur I Nyoman Winaya Adnyana, menyerahkan donasi tersebut. Masing-masing sekolah menerima satu unit mesin Toyota tipe 2TR (bensin) untuk SMKN 1 Denpasar dan satu unit mesin Toyota tipe 2GD (diesel) untuk SMK Rekayasa Denpasar. Bantuan ini diharapkan mendukung proses pembelajaran praktik siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO).

Donasi ini merupakan bagian dari perluasan program Vocational School Development TMMIN yang telah berjalan sejak 2017. Hingga kini, program ini telah menjangkau 30 SMK binaan di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada 2026, TMMIN berencana memperluas program ke Bali dan Lombok dengan menambah empat SMK binaan baru, sehingga total sekolah binaan secara nasional menjadi 34.

“Investasi terbaik bagi industri adalah investasi pada manusia. Karena itu, kami memandang sekolah vokasi sebagai ruang untuk menumbuhkan kompetensi sekaligus karakter calon talenta industri,” ujar Nandi, Jumat (24/7/2026). Melalui dukungan fasilitas pembelajaran dan kolaborasi yang berkelanjutan, dia berharap lulusan SMK semakin siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri nasional.

TMMIN juga mendorong penerapan standar industri Toyota melalui peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan basic skill industri serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri. Pendekatan ini bertujuan membangun budaya kerja industri sejak di sekolah, mencakup disiplin, keselamatan kerja, kualitas, hingga semangat continuous improvement. Tujuannya agar pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter profesional.

Perluasan program ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pemerintah merevitalisasi pendidikan vokasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.

I Nyoman Winaya Adnyana menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam pengembangan pendidikan vokasi. Ia menyatakan bahwa sinergi antara sekolah, pemerintah, dan industri menjadi kunci menciptakan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri serta mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan berdaya saing.

“Kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri menjadi kunci dalam membangun ekosistem vokasi yang berkelanjutan,” ujar I Nyoman Winaya Adnyana. Dengan filosofi Make People Before Make Product, TMMIN meyakini pengembangan sumber daya manusia adalah fondasi kemajuan industri. Sinergi berkelanjutan diharapkan menjadikan pendidikan vokasi sebagai motor penggerak pencetakan SDM berdaya saing untuk kemajuan pendidikan dan mendukung pertumbuhan industri nasional yang kompetitif.