— WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mengusulkan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh New York Post pada Rabu (22/7/2026), mengutip sumber internal yang dekat dengan pemerintahan AS.

Sumber tersebut menyatakan bahwa Trump memandang Infantino sebagai figur yang dihormati secara global dan memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai negara. Namun, belum ada konfirmasi mengenai kesediaan Infantino untuk memimpin PBB, maupun apakah gagasan ini telah disampaikan langsung oleh Trump kepadanya.

Kedekatan antara Trump dan Infantino terlihat saat keduanya menghadiri laga final Piala Dunia di Stadion New Jersey, New York, AS, pada Minggu (19/7/2026). Kehadiran Trump yang duduk berdampingan dengan Infantino dalam acara puncak turnamen sepak bola terbesar di dunia itu semakin memperkuat dugaan hubungan erat di antara mereka.

Masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026. Pemilihan Sekjen PBB merupakan proses politik global yang kompleks dan memerlukan dukungan dari negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB, terutama anggota tetap seperti Amerika Serikat.

Gagasan untuk menominasikan tokoh dari dunia olahraga internasional ke posisi PBB ini mencerminkan tren pemanfaatan diplomasi informal dan soft power. Penyelenggaraan acara olahraga besar seperti Piala Dunia sering kali menjadi platform untuk mempererat hubungan antar pemimpin negara, sekaligus menunjukkan olahraga sebagai medium efektif untuk menjembatani komunikasi dan perdamaian internasional.