Detak.news — PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) melaporkan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2026, dengan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 1,2 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 939 miliar. Peningkatan laba ini didorong oleh performa positif di segmen manufaktur dan perdagangan.
Pendapatan bersih konsolidasian perusahaan tercatat meningkat 13,2% menjadi Rp 10,9 triliun, naik dari Rp 9,6 triliun pada semester I-2025. Saat ini, saham AUTO diperdagangkan pada level Rp 2.610 dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 0,79 kali.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, menyatakan bahwa capaian ini menegaskan ketahanan fundamental bisnis perusahaan di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah. “Pertumbuhan kinerja positif pada semester I-2026 mencerminkan resiliensi fundamental usaha Perseroan di tengah dinamika berbagai faktor eksternal seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah. Kami akan terus memperkuat kapabilitas manufaktur, meningkatkan sinergi dengan OEM, serta memperluas jaringan dan portofolio produk di segmen aftermarket agar dapat terus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Yusak dalam keterangan tertulis, Senin (27/2026).
Lebih lanjut, Yusak menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja didorong oleh meningkatnya permintaan komponen kendaraan dari produsen peralatan asli (original equipment manufacturer/OEM), seiring dengan membaiknya permintaan kendaraan roda dua maupun roda empat. Segmen perdagangan juga mencatat pertumbuhan berkat portofolio produk aftermarket yang semakin lengkap, kuatnya permintaan domestik, dukungan jaringan distribusi dan ritel, serta pertumbuhan ekspor.
Dari sisi neraca, Astra Otoparts mempertahankan struktur keuangan yang solid. Hingga akhir Juni 2026, total aset mencapai Rp 23,9 triliun, naik 5,6% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp 22,6 triliun. Total ekuitas tercatat sebesar Rp 17,2 triliun, memberikan ruang yang kuat bagi Perseroan untuk mendukung kegiatan operasional maupun ekspansi usaha.
Manufaktur dan Perdagangan Pacu Pendapatan
Segmen manufaktur membukukan pendapatan sebesar Rp 5,6 triliun pada semester I-2026, meningkat 11,6% dibandingkan Rp 5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan komponen dari pelanggan OEM. Perseroan terus berupaya memperluas basis pelanggan dengan memasok komponen kepada sejumlah OEM baru serta menjajaki kerja sama dengan produsen otomotif lainnya.
Astra Otoparts juga terus memperkuat pengembangan komponen kendaraan listrik (xEV), baik general parts maupun specific parts. Perseroan juga memproduksi mesin pengisian daya kendaraan listrik melalui merek ALTRO sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Di luar industri otomotif, Perseroan melanjutkan diversifikasi usaha ke sektor nonotomotif, termasuk alat kesehatan dan industri lainnya untuk memperkuat portofolio bisnis serta mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,3 triliun pada semester I-2026 atau meningkat 15,1% dibandingkan Rp 4,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan pasar aftermarket domestik yang ditopang jaringan distribusi dan ritel Perseroan, serta kontribusi penjualan ekspor.
Hingga akhir semester I-2026, Astra Otoparts didukung oleh 49 diler utama dan 27 kantor penjualan yang melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di seluruh Indonesia. Perseroan juga telah mengoperasikan 667 gerai ritel modern guna memperluas jangkauan layanan kepada pelanggan.
Dalam aspek digital, Perseroan terus mengembangkan platform astraotoshop.com yang mengintegrasikan layanan daring dan luring (online-to-offline/O2O), sehingga pelanggan dapat membeli produk secara online sekaligus memperoleh layanan pemasangan di jaringan ritel Astra Otoparts.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik, hingga semester I-2026 Perseroan telah mengoperasikan 70 unit stasiun pengisian daya Astra Otopower yang tersebar di 60 lokasi strategis di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik di pasar domestik.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.