Detak.news — JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Djoko Susanto, mencatatkan kinerja finansial yang positif pada semester I-2026. Perusahaan yang mengoperasikan jaringan Alfamidi ini berhasil meraup pendapatan neto sebesar Rp 11,24 triliun.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu semester I-2025, yang mencatatkan pendapatan neto Rp 10,37 triliun. Kenaikan pendapatan ini sejalan dengan peningkatan beban pokok pendapatan yang tercatat sebesar Rp 8,34 triliun, naik 7,89% dari Rp 7,73 triliun pada semester I-2025.
Meskipun terjadi peningkatan beban pokok pendapatan, laba bruto perseroan tercatat mengalami kenaikan sekitar 10%, mencapai Rp 2,9 triliun dari sebelumnya Rp 2,63 triliun. Beban penjualan dan distribusi Alfamidi pada periode Januari-Juni 2026 adalah Rp 2,17 triliun, sedikit meningkat dari Rp 2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan kinerja operasional ini berujung pada lonjakan laba bersih. Alfamidi berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 485,97 miliar, melonjak 24% dibandingkan dengan laba bersih Rp 390,51 miliar pada semester I-2025. Laba per saham dasar perseroan juga meningkat menjadi Rp 14,53 pada 30 Juni 2026, dari Rp 11,68 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Per akhir Juni 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 9,27 triliun, dengan total liabilitas Rp 4,64 triliun. Posisi ini menunjukkan peningkatan aset dibandingkan dengan akhir Desember 2025 yang sebesar Rp 9,12 triliun, dengan liabilitas Rp 4,58 triliun.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.