— JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mempublikasikan kinerja operasionalnya selama semester pertama tahun 2026. Berdasarkan catatan dari Stockbit Sekuritas yang merujuk pada data Investor Relations MEDC, perseroan mencatat produksi minyak dan gas sebesar 171 million barrels of oil equivalent per day (mboepd) pada kuartal kedua 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan 1,6% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ) dan 19,9% secara tahunan (YoY).

Secara kumulatif, produksi minyak dan gas Medco Energi pada semester I-2026 mencapai 170 mboepd, melesat 19% YoY. Angka ini berada di rentang atas dari panduan (guidance) tahun 2026 yang diproyeksikan antara 165–170 mboepd.

Di segmen penjualan listrik, Medco Energi mencatat penjualan sebesar 1.270 Gigawatt hour (GWh) pada kuartal kedua 2026. Angka ini naik 20,7% QoQ dan 13,2% YoY. Total penjualan listrik pada semester I-2026 mencapai 2.323 GWh, tumbuh 16,5% YoY. Realisasi ini setara dengan 51% dari target panduan tahunan 2026 yang sebesar 4.550 GWh.

“MEDC juga mencatat bahwa cadangan terbukti dan mungkin (proven and probable reserves/2P) tumbuh 12% YoY menjadi 541 mmboe selama 1H26,” sebut Stockbit Sekuritas dalam catatannya, Senin (27/7/2026).

Sebelumnya, riset dari RHB Sekuritas melaporkan bahwa EBITDA Medco Energi pada kuartal I-2026 mencapai US$ 351 juta, naik 6%. Angka ini merepresentasikan 28% dari estimasi tahunan RHB dan 27% dari estimasi konsensus. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan volume produksi dan realisasi harga minyak yang lebih baik.

Laba bersih perseroan melonjak 283% pada periode yang sama. Peningkatan signifikan ini terutama didorong oleh kontribusi yang lebih besar dari PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Pendapatan dari entitas asosiasi berbalik positif menjadi US$ 45 juta, berbanding terbalik dengan rugi US$ 20 juta pada kuartal I-2025.

“AMMN berkontribusi sebesar US$ 33,5 juta ke laba bersih MEDC pada kuartal I-2026, sementara pada periode yang sama tahun lalu menyumbang rugi US$ 29 juta,” tulis RHB Sekuritas, dikutip Minggu (10/5/2026).

Secara operasional, RHB merevisi lifting cost Medco Energi untuk tahun 2026 menjadi US$ 8,8 per barel of oil equivalent (boe), naik dari estimasi sebelumnya US$ 8,6/boe. Asumsi rata-rata harga minyak Brent untuk tahun 2026 juga dikerek menjadi US$ 83 per barel dari US$ 62 per barel, dan untuk tahun 2027 dipatok sebesar US$ 72 per barel.

RHB Sekuritas menyematkan rekomendasi beli (buy) untuk saham MEDC dengan target harga Rp 2.200.