— JAKARTA – PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mengumumkan kinerja keuangan yang positif untuk periode semester I-2026. Perusahaan melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp 10,85 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 13,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 9,58 triliun.

Kenaikan pendapatan ini turut memengaruhi beban pokok pendapatan yang juga ikut terkerek naik sekitar 13% menjadi Rp 9,16 triliun, dari sebelumnya Rp 8,05 triliun pada semester I-2025. Meski demikian, perusahaan berhasil mencatatkan laba bruto sebesar Rp 1,68 triliun, yang merupakan pertumbuhan 9,8% dari Rp 1,53 triliun di semester I-2025.

Pencapaian laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menunjukkan peningkatan yang lebih impresif, yaitu sebesar 22%. Laba bersih pada semester I-2026 mencapai Rp 1,15 triliun, melonjak dari raihan Rp 938,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Per 30 Juni 2026, emiten dengan kode saham AUTO ini mencatatkan laba per saham sebesar Rp 239, meningkat dari posisi Rp 195 pada akhir semester I-2025. Sementara itu, total aset Astra Otoparts per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp 23,88 triliun, dengan liabilitas Rp 6,68 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan dari posisi per 31 Desember 2025, di mana total aset AUTO adalah Rp 22,61 triliun dan liabilitas Rp 5,65 triliun.

Pada penutupan perdagangan semester I-2026, harga saham AUTO berada di level Rp 2.610. Rasio price to book value (PBV) tercatat sebesar 0,79 kali, dan price earning ratio (PER) sebesar 5,46 kali (annualized).