— Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) pada sejumlah saham pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026). Aksi ini terjadi bersamaan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 19,16 poin atau 0,3% ke level 6.315,3.

Berdasarkan data Stockbit, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi primadona aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp 229,9 miliar. Posisi kedua ditempati oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang mencatat net sell Rp 141 miliar, disusul oleh PT Astra International Tbk (ASII) dengan net sell Rp 137,2 miliar.

Terdapat sepuluh saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada hari itu. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 229,9 miliar
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 141 miliar
  • PT Astra International Tbk (ASII): Rp 137,2 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp 133,5 miliar
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp 131,9 miliar
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Rp 65,4 miliar
  • PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR): Rp 55,8 miliar
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp 52,8 miliar
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp 44,6 miliar
  • PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Rp 43,9 miliar

Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih senilai Rp 1,2 triliun di seluruh pasar pada Kamis (23/7/2026). Rinciannya, net sell di pasar reguler mencapai Rp 712,2 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai tercatat sebesar Rp 512 miliar.

Di tengah aksi jual asing tersebut, IHSG ditutup melemah 19,16 poin (0,3%) ke level 6.315,3. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 343 saham menguat, 309 saham melemah, dan 313 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari itu mencapai Rp 23,8 triliun.