Detak.news — Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Belarus untuk memenuhi kebutuhan produk olahan susu guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesepakatan ini diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah kontrak bisnis antara pelaku usaha dari kedua negara.
Wakil Menteri Agrikultur dan Pangan Belarus, Alexander Yakovchits, menyatakan bahwa komitmen ini merupakan hasil dari rangkaian kunjungan tingkat tinggi pimpinan negara Belarus ke Indonesia. “Dalam rangka kunjungan pimpinan negara kami ke Indonesia, ada sejumlah kontrak yang ditandatangani. Sepengetahuan kami, beberapa dari kontrak tersebut memang dialokasikan untuk memasok kebutuhan program MBG,” jelas Yakovchits di Paviliun Belarus pada ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Pengiriman Tahap Awal dan Target Ekspor
Salah satu bentuk kerja sama konkret yang telah berjalan adalah penyediaan produk susu bubuk skim. Pengiriman gelombang pertama sebanyak 1.000 ton telah berhasil direalisasikan kepada mitra lokal di Indonesia. Menyusul kesuksesan tahap pertama, Belarus melanjutkan dengan kesepakatan kedua senilai total US$ 76 juta (sekitar Rp1,2 triliun). Hingga akhir tahun 2026, Belarus menargetkan total ekspor produk susu bubuk ke Indonesia mencapai 20 ribu ton.
Belarus optimistis dapat memenuhi target ekspor tersebut berkat kapasitas produksinya yang besar. Pada tahun 2025, Belarus mencatat produksi susu mencapai 9,25 juta ton, dan diproyeksikan meningkat hingga 12 juta ton pada tahun ini. “Kami melihat Indonesia masih mengalami kekurangan pasokan produk susu. Kami yakin dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut karena kami memiliki kapasitas produksi yang sangat memadai,” tambah Yakovchits.
Potensi Kerja Sama Lintas Sektor
Rangkaian kerja sama ekonomi ini diawali dari gelaran Indonesia-Belarus Business Forum and Business Matching pada 30 Juni lalu, yang menjadi pembuka kunjungan resmi Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, ke Indonesia pada 1–2 Juli. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Indonesia tengah menjajaki peluang impor produk susu dari Belarus untuk mengamankan stok pangan program MBG.
Selain sektor olahan susu, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pertanian modern. Ini mencakup pemanfaatan teknologi mesin pertanian, transfer pengetahuan, hingga rencana pembangunan fasilitas perakitan lokal di Indonesia. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa forum bisnis bilateral tersebut memiliki potensi nilai kerja sama hingga US$ 500 juta, yang diharapkan dapat mendongkrak nilai perdagangan bilateral Indonesia-Belarus yang saat ini tercatat sekitar US$ 221 juta, demikian disampaikan oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi dan sumber daya manusia anak-anak Indonesia. Pelaksanaan program skala masif ini menghadapi tantangan besar terkait terbatasnya produksi susu segar dalam negeri. Produksi susu domestik Indonesia saat ini baru mampu memenuhi kurang dari 20% kebutuhan nasional, sehingga sisanya sangat bergantung pada pasokan impor. Lonjakan permintaan akibat dimulainya program MBG mendorong pemerintah untuk segera mengamankan rantai pasok global. Kerja sama strategis dengan Belarus, sebagai salah satu produsen olahan susu terbesar di Eropa Timur, menjadi langkah realistis untuk menutup defisit pasokan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.