Detak.news — JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI mengumumkan rencana pembelian kembali saham perseroan dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 627 miliar. Langkah ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas pasar modal.
Manajemen BNI menjelaskan bahwa program buyback saham ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan, serta Surat OJK No. S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026.
“Jumlah nilai seluruh buyback sebesar-besarnya Rp 627 miliar,” kata manajemen BBNI dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/7/2026).
Program pembelian kembali saham ini akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia, baik secara bertahap maupun sekaligus. Proses ini ditargetkan selesai paling lambat 3 bulan setelah keterbukaan informasi buyback diterbitkan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Perkiraan periode buyback 27 Juli 2026-26 Oktober 2026,” sebut manajemen Bank Negara Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), saham BBNI ditutup stagnan di level Rp 3.520. Dalam periode tahun berjalan (year-to-date), saham BNI tercatat menurun 19,45%.
Dari sisi valuasi, saham BBNI dinilai atraktif. Rasio price to book value (PBV) berada di angka 0,81 kali, yang membandingkan harga saham emiten di pasar dengan nilai buku per sahamnya. Sementara itu, price earning ratio (PER) BBNI tercatat 5,80 kali (annualized), yang membandingkan harga saham dengan laba per saham yang disetahunkan.
Sebelumnya, Bank Negara Indonesia (BBNI) telah membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 13,03 triliun atau Rp 349,41 per saham pada 7 April 2026. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan bahwa keputusan pembagian dividen ini merupakan wujud komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil optimal bagi pemegang saham.
“Sekaligus menjaga kesehatan fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan,” ujar Okki. Pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada 9 Maret. Dividen tunai yang ditetapkan setara dengan 65% dari laba bersih konsolidasian BNI yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk, yang mencapai Rp 20,04 triliun.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.