Detak.news — JAKARTA – Harga emas dunia mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Rabu (22/7/2026) pagi, mendekati level tertingginya dalam hampir dua pekan terakhir. Lonjakan harga logam mulia ini dipicu oleh aksi beli teknikal yang meningkat seiring dengan memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Pelaku pasar juga tengah menanti hasil pertemuan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan pekan depan.
Pada saat berita ini ditulis, harga emas tercatat melonjak 1,07% menjadi US$ 4.121,23 per ons troi. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level tertinggi sejak 10 Juli. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga menunjukkan penguatan sebesar 1,21%, mencapai US$ 4.126,6 per ons troi.
Menurut laporan Reuters, sentimen positif terhadap emas didorong oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven. Insiden terbaru melibatkan dua kapal tanker pengangkut minyak mentah Arab Saudi yang dilaporkan berbalik arah di Laut Merah setelah menerima ancaman dari kelompok Houthi yang didukung oleh Iran.
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut berpotensi mengganggu jalur pelayaran melalui dua koridor energi yang sangat vital di dunia. Meskipun demikian, peluang penyelesaian konflik secara diplomatik masih terus diupayakan. Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, dikabarkan telah melakukan kunjungan ke Pakistan dan meminta negara tersebut untuk melanjutkan upaya mediasi guna meredakan ketegangan.
Dalam konteks perkembangan ini, harga minyak dunia juga dilaporkan naik lebih dari 1%, diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam enam pekan. Lonjakan harga energi ini secara tidak langsung turut meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung.
Pasar Menanti Sinyal Kebijakan The Fed
Selain isu konflik Timur Tengah, perhatian utama para investor saat ini juga tertuju pada rapat kebijakan moneter The Fed yang akan diselenggarakan pekan depan. Hasil jajak pendapat yang dilakukan Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memproyeksikan bank sentral Amerika Serikat tersebut akan mempertahankan suku bunga acuan mereka sepanjang sisa tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya berkelanjutan untuk menekan laju inflasi yang masih terpantau tinggi dalam lima tahun terakhir.
Pergerakan positif tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lainnya juga menunjukkan tren penguatan. Harga perak spot naik 1,72% menjadi US$ 59,8 per ons. Platinum melonjak 2,23% ke level US$ 1.665,6 per ons, sementara paladium menguat 2,96% menjadi US$ 1.318,47 per ons.
Ikuti Detak.news
