— JAKARTA – Pasar emas global menghadapi tekanan signifikan yang diperkirakan akan terus berlanjut, didorong oleh faktor suku bunga acuan yang tinggi dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun terdapat indikasi minat pembelian di beberapa wilayah Asia, sentimen negatif tersebut dinilai masih membayangi pergerakan harga logam mulia.

Harga emas tercatat mengalami lonjakan sebesar 1,56% pada hari pelaporan, mencapai US$ 4.070,54 per ons troi. Namun, Analisis Pasar untuk EMEA & Asia di StoneX, Rhona O’Connell, mengungkapkan bahwa sentimen pasar masih terbagi.

“Setelah periode ketidakpastian yang membuat investor ritel tetap berada di luar pasar, ada tanda-tanda pembelian di beberapa wilayah Timur, tetapi ini diimbangi oleh penjualan yang berkelanjutan di tempat lain di wilayah tersebut,” ujar O’Connell, dikutip dari Kitco News, Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan bahwa aktivitas di Timur Tengah masih lesu, dengan emas sebagian besar diperdagangkan pada harga diskon. Meskipun demikian, O’Connell mencatat adanya minat yang berkembang terhadap emas dan perak di India, negara yang dikenal sebagai konsumen terbesar perhiasan dan peralatan makan perak dunia.

Namun, peningkatan permintaan dari India tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menopang kenaikan harga emas secara signifikan. O’Connell berpendapat bahwa pasar profesional cenderung menghindari aktivitas jangka pendek, kecuali sebagai respons langsung terhadap pergerakan suku bunga yang sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik.

“Rentang pergerakan yang sempit tetap menjadi hal yang umum dan kami terus meyakini bahwa penurunan lebih mungkin terjadi daripada reli yang berkelanjutan,” jelasnya. O’Connell juga menyoroti dampak kenaikan biaya energi terhadap inflasi AS pada bulan Juni, yang memodifikasi kontribusi berbagai sektor terhadap pengeluaran secara keseluruhan. Energi sendiri menyumbang sekitar 8% dari total pada bulan Juni, lebih tinggi dari angka historis 6-7%, dan secara tidak langsung meningkatkan inflasi melalui sektor transportasi, manufaktur, dan logistik.