— JAKARTA – Harga emas dunia mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, setelah sempat tertekan mendekati level psikologis US$ 4.000 per ons troi. Optimisme terhadap upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga logam mulia ini.

Berdasarkan data yang dirilis, harga emas hari ini melesat 1,56% menjadi US$ 4.070,54 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga terpantau terkerek 1,45% ke level US$ 4.074,22 per ons troi.

Head of Global Macro Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan bahwa harga emas tampaknya mulai membentuk level penopang di sekitar US$ 4.000 per ons troi sebelum kembali melanjutkan penguatan. “Emas terlihat sedang mencari pijakan di sekitar level US$4.000 dan berupaya kembali melanjutkan tren kenaikan dari area tersebut,” ujar Spivak, mengutip laporan Reuters.

Menurut Spivak, perkembangan konflik di Timur Tengah masih memengaruhi pergerakan harga emas, meskipun dampaknya mulai berkurang jika dibandingkan dengan beberapa pekan terakhir. Sentimen positif muncul setelah adanya harapan tercapainya jalur diplomasi antara AS dan Iran. Seorang pejabat senior Iran mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima proposal dari para mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari. Langkah ini diharapkan dapat menyelamatkan kesepakatan sementara dan membuka jalan menuju perdamaian yang lebih permanen.

Harapan terhadap diplomasi ini turut membuat harga minyak dunia melemah. Padahal, sehari sebelumnya, harga minyak sempat melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Meredanya harga minyak dinilai dapat mengurangi tekanan inflasi, yang pada gilirannya dapat mengurangi dorongan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Suku Bunga The Fed

Meskipun ada indikasi perlambatan inflasi, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar melihat peluang sekitar 64% bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang. Perlu diketahui, suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Selain emas, logam mulia lainnya juga menunjukkan penguatan. Harga perak spot terbang 3,62% menjadi US$ 58,45 per ons. Platinum terkerek 1,34% menjadi US$1.618,06 per ons, sedangkan paladium menguat 2,1% ke US$ 1.283,19 per ons.