Detak.news — Harga batu bara menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya dukungan pemerintah Amerika Serikat terhadap industri komoditas tersebut.
Berdasarkan data perdagangan, harga batu bara Newcastle untuk kontrak Juli 2026 tercatat naik US$ 0,5 menjadi US$ 130,9 per ton. Kontrak Agustus 2026 juga mengalami peningkatan sebesar US$ 0,75 ke level US$ 134,5 per ton, sementara kontrak September 2026 menguat US$ 0,45 menjadi US$ 136 per ton.
Di pasar Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Juli 2026 naik tipis US$ 0,2 menjadi US$ 120,1 per ton. Kontrak Agustus 2026 melonjak signifikan sebesar US$ 1,05 ke level US$ 122,25 per ton, dan kontrak September 2026 melesat US$ 1,45% ke posisi US$ 123,5 per ton.
Dukungan terhadap industri batu bara datang dari Dewan Batu Bara Nasional (National Coal Council/NCC). Lembaga ini merekomendasikan kepada Departemen Energi Amerika Serikat untuk memberikan dukungan finansial yang mencakup jaminan pinjaman, hibah, hingga investasi infrastruktur.
Langkah ini bertujuan untuk mempertahankan operasional pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) yang sudah ada serta mendorong pembangunan PLTU baru. Rekomendasi NCC ini sejalan dengan upaya Presiden Donald Trump untuk menghidupkan kembali industri batu bara di Amerika Serikat.
Regulasi Baru dan Sentimen Energi
Selain insentif pendanaan, NCC juga mendorong pemerintah AS untuk menyederhanakan regulasi pembangunan PLTU baru dan mencabut aturan emisi gas rumah kaca bagi pembangkit batu bara. Kebijakan ini dinilai berpotensi meningkatkan permintaan batu bara domestik di AS.
Sentimen positif lainnya juga datang dari sektor energi global. Harga minyak dunia dilaporkan melonjak sekitar 2%, ditutup pada level tertinggi dalam lima pekan terakhir akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak Brent ditutup di level US$ 91,01 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mencapai US$ 84,91 per barel. Kenaikan harga minyak dunia secara umum sering kali meningkatkan daya saing batu bara sebagai sumber energi alternatif, yang pada gilirannya turut menopang prospek harga batu bara di pasar global.
Ikuti Detak.news
