— JAKARTA – Seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, organisasi dihadapkan pada tantangan pengelolaan beragam jenis perangkat. Mulai dari perangkat korporat, pribadi, lini depan, hingga perangkat khusus, semuanya harus dikelola di tengah lanskap ancaman siber yang terus berevolusi.

Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lonjakan insiden siber di Indonesia. Sepanjang 2025, tercatat 5,5 miliar insiden siber, meningkat 714% dibandingkan rata-rata empat tahun sebelumnya. Angka ini terus bertambah dengan 1,52 miliar insiden terdeteksi pada awal 2026.

Tren ini menegaskan urgensi keamanan dan manajemen endpoint yang terpusat bagi seluruh pelaku usaha. Menjawab kebutuhan tersebut, Hexnode menunjuk Ingram Micro sebagai Distributor Resmi Solusi Endpoint Management di Indonesia. Kesepakatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya ancaman siber dan kompleksitas manajemen perangkat di era kerja hybrid.

Kolaborasi Strategis untuk Pasar Indonesia

Enterprise Sales Director ASEAN Hexnode, Keith O’Leary, menyatakan rasa hormatnya atas kemitraan distribusi dengan Ingram Micro. “Bersama-sama, kami memperkuat komitmen kami terhadap pasar Indonesia dan memberdayakan bisnis dengan solusi endpoint management berkelas dunia. Kami sangat antusias untuk tumbuh bersama Ingram Micro dan ekosistem mitra mereka yang luar biasa,” ujar O’Leary dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

President Director Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi, menambahkan bahwa peran Ingram Micro sebagai distributor melampaui penyediaan teknologi semata. Mereka fokus membangun kapabilitas lokal untuk memungkinkan mitra memposisikan, menerapkan, dan mendukung solusi secara efektif bagi pelanggan.

Dengan memasukkan Hexnode ke dalam portofolio, Ingram Micro dapat membantu reseller dan system integrator mengembangkan layanan *managed services* yang lebih kuat serta peluang pendapatan berulang (*recurring revenue*) di bidang manajemen endpoint.

“Melalui *technical enablement*, integrasi solusi, dan dukungan *go-to-market*, kami bertujuan membantu mitra kami menjangkau kebutuhan pelanggan yang lebih luas dan mempercepat adopsi modern *device management* di seluruh Indonesia,” jelas Mulia.

Akses Luas ke Platform Unified Endpoint Management (UEM)

Melalui kerja sama ini, organisasi di Indonesia akan memperoleh akses yang lebih luas terhadap platform Unified Endpoint Management (UEM) Hexnode. Akses ini akan disalurkan melalui jaringan reseller, system integrator, dan *managed service provider* Ingram Micro yang sudah mapan.

Kedua perusahaan bertekad membantu bisnis menyederhanakan manajemen endpoint, memperkuat keamanan, mendukung kepatuhan terhadap regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta meningkatkan efisiensi operasional di tengah lingkungan IT yang semakin terdistribusi.

Platform Hexnode UEM memungkinkan pengelolaan dan pengamanan endpoint lintas platform, termasuk Windows, macOS, Linux, Android, iOS, dan platform enterprise lainnya, dari satu konsol terpusat. Platform ini mengintegrasikan manajemen kebijakan, manajemen siklus hidup aplikasi, *patch management*, *remote monitoring and management*, otomasi, serta kapabilitas kepatuhan regulasi.

Hal ini membantu tim IT menyederhanakan operasional sekaligus menjaga postur keamanan yang kuat. Platform ini juga mendukung skenario *deployment* khusus seperti perangkat kios, lingkungan *bring-your-own-device* (BYOD), serta *rugged endpoint* yang umum digunakan di sektor ritel, layanan kesehatan, logistik, manufaktur, dan layanan lapangan.