Detak.news — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026. Sentimen negatif global, termasuk pelemahan indeks di Wall Street dan penurunan harga komoditas mineral logam, serta aksi jual investor asing diperkirakan membebani pasar.
Namun, kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah dan CPO, serta laporan keuangan emiten yang positif, berpotensi memberikan sentimen positif bagi IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan rentang support 6.250-6.185 dan resistance 6.380-6.445.
Perdagangan sebelumnya di bursa Wall Street ditutup melemah seiring lonjakan harga minyak mentah akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Selain itu, investor juga mencermati laporan keuangan triwulanan dari perusahaan teknologi besar. Laporan keuangan Alphabet memicu kekhawatiran terkait peningkatan belanja modal untuk teknologi kecerdasan buatan (AI).
Harga minyak mentah melonjak signifikan setelah kelompok militan Houthi mengklaim telah menyerang kapal pengangkut minyak mentah di Laut Merah. Ancaman dari Donald Trump yang akan menghancurkan infrastruktur Iran turut mendorong kenaikan harga komoditas energi tersebut. Harga minyak mentah jenis WTI naik 6% ke level US$ 92,19 per barel, sementara Brent melonjak 7% menjadi US$ 100,69 per barel.
Di tengah potensi pelemahan IHSG, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk trading pada Jumat, 24 Juli 2026. Saham-saham tersebut adalah LSIP, TAPG, DSNG, SIMP, MEDC, dan ENRG.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.