— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif pada pembukaan perdagangan Selasa (21/7/2026). Dalam satu jam pertama, IHSG berhasil menguat 51,26 poin atau 0,82%, mencapai level 6.283,04. Pergerakan indeks tercatat berada di rentang 6.247 hingga 6.290.

Di tengah penguatan IHSG, sejumlah saham tercatat mengalami lonjakan harga yang signifikan, masuk dalam daftar top gainers. Bahkan, dua saham berhasil menembus batas auto rejection atas (ARA), menandakan kenaikan harga maksimal yang diizinkan dalam satu hari perdagangan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, sebanyak 15,05 miliar lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,4 triliun. Frekuensi perdagangan hari ini pun tercatat tinggi, mencapai 891.992 kali transaksi.

Secara keseluruhan, terdapat 359 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 202 saham diperdagangkan menurun dan 219 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga turut berkontribusi dengan kenaikan sebesar 0,75%.

Pergerakan positif juga terlihat pada mayoritas indeks saham Asia pada periode yang sama. Indeks Shanghai (China) naik 0,11%, Straits Times (Singapura) menguat 0,55%, dan Nikkei (Jepang) melonjak 1,74%. Hanya indeks Hang Seng (Hong Kong) yang tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,58%.

Saham-Saham Top Gainers

Beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan harga mulai dari 13% hingga 25%. Dua saham yang mencapai batas auto rejection atas (ARA) adalah PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang melonjak 25% ke harga Rp 1.300, dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) yang naik 24,75% ke Rp 630.

Selain itu, saham lain yang juga masuk dalam daftar top gainers antara lain PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) dengan kenaikan 14,75% ke Rp 280, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) meningkat 14,46% ke Rp 95, dan PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) yang menanjak 13,33% ke Rp 102.

Saham Top Losers

Di sisi lain, terdapat lima saham yang mengalami penurunan harga cukup dalam dan masuk dalam daftar top losers. PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) ambruk 12,64% ke Rp 1.140, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) anjlok 9,84% ke Rp 220, dan PT Nanotech Indonesia Global terperosok 8,33% ke Rp 33.

Saham PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) juga mengalami pelemahan signifikan sebesar 7,94% ke Rp 58, sementara PT Niramas Utama Tbk (JELI) turun 7,01% ke Rp 730.