Detak.news — JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sebesar 88,07 poin atau 1,41% pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (21/7/2026), mencapai level 6.319,85. Indeks bergerak di rentang 6.247 hingga 6.321 sepanjang sesi tersebut.
Perdagangan sesi I hari ini melibatkan 30,96 miliar lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 11,07 triliun, melalui total 1.762.226 frekuensi transaksi. Sebanyak 387 saham tercatat menguat, sementara 224 saham melemah, dan 181 saham lainnya stagnan.
Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,2%. Hampir seluruh sektor saham turut berkontribusi pada penguatan IHSG, dengan sektor properti memimpin lonjakan 3,19%. Sektor energi menyusul dengan kenaikan 2,4%, diikuti sektor teknologi (1,74%), barang baku (1,65%), dan infrastruktur (1,64%).
Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan, tercatat minus 1,25%.
Di pasar saham Asia, mayoritas indeks juga ditutup menguat pada sesi I. Indeks Shanghai (China) naik 0,97%, Straits Times (Singapura) menguat 0,64%, dan Nikkei (Jepang) melonjak 2,7%. Namun, indeks Hang Seng (Hong Kong) sedikit melemah 0,06%.
Saham Pilihan dengan Kenaikan Tertinggi
Pada perdagangan sesi I, lima saham menonjol sebagai ‘top gainers’ dengan kenaikan harga saham berkisar antara 17% hingga 25%. Dua di antaranya bahkan mencapai batas ‘auto rejection’ atas (ARA).
Saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melonjak 25% ke level Rp 1.300, dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) menguat 24,75% ke Rp 630, menjadi dua saham yang menyentuh ARA.
Selain itu, PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) naik 20,49% ke Rp 294, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) bertambah 18% ke Rp 59, dan PT Maha Property Indonesia Tbk (MPRO) meningkat 17,17% ke Rp 11.600, juga masuk dalam jajaran saham dengan kinerja terbaik.
Saham dengan Penurunan Tertinggi
Di sisi lain, terdapat lima saham yang mengalami penurunan signifikan dan masuk dalam daftar ‘top losers’. PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) ambruk 13,41% ke Rp 1.130.
Disusul oleh PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) yang anjlok 12,3% ke Rp 214, dan PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang melemah 9,55% ke Rp 710. Saham PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) jatuh 9,52% ke Rp 57, serta PT Klinko Karya Imaji Tbk (KLIN) turun 8,66% ke Rp 116, melengkapi daftar saham dengan penurunan terbesar.
Ikuti Detak.news
