Detak.news — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada sesi I perdagangan Rabu (22/7/2026). Indeks ditutup melemah 24,47 poin atau 0,39% ke level 6.315. Pelemahan ini terjadi seiring sikap wait and see para investor menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan, perhatian investor saat ini tertuju pada keputusan BI yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Langkah ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik.
Namun, kenaikan suku bunga acuan juga berpotensi meningkatkan biaya pinjaman, yang dapat menahan konsumsi masyarakat serta ekspansi dunia usaha. “Kondisi tersebut dinilai berisiko memperlambat laju pertumbuhan ekonomi domestik,” tulis Pilarmas dalam risetnya.
Sentimen Domestik dan Fiskal
Di sisi fiskal, Pilarmas menilai sentimen domestik masih relatif positif. Menteri Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semester I-2026 berada di level 0,76% terhadap produk domestik bruto (PDB), atau sekitar Rp 196,5 triliun. Angka ini jauh di bawah batas maksimal 3% dan sejalan dengan target defisit APBN tahun ini sebesar 2,68% dari PDB.
Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp 229 triliun dari sebelumnya Rp 268 triliun. Kebijakan ini dinilai membantu menjaga kesehatan fiskal pemerintah.
Sentimen Global dan Bursa Asia
Pelemahan IHSG terjadi meskipun mayoritas bursa saham Asia bergerak menguat, mengikuti reli Wall Street. Penguatan bursa global didorong oleh rebound saham-saham teknologi, khususnya sektor semikonduktor, di tengah optimisme terhadap permintaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Namun, sentimen positif tersebut tertahan oleh memudarnya harapan tercapainya solusi diplomatik atas konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran,” tambah Pilarmas.
AS kembali melanjutkan serangan terhadap target di Iran untuk malam ke-11 berturut-turut. Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam kapal-kapal minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb serta mengumumkan blokade terhadap Arab Saudi.
Pilarmas menambahkan, Presiden AS Donald Trump juga menolak pembicaraan jangka pendek dengan Iran dan memperingatkan kemungkinan serangan yang lebih luas. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan energi global.
Pergerakan Saham Sesi I
Pada sesi I, saham ZATA, MLPT, WMUU, ALDO, dan MDIA menjadi saham dengan penguatan terbesar. Sebaliknya, saham KDTN, TRON, SULI, GPSO, dan FILM mencatat pelemahan terdalam.
Untuk perdagangan sesi II, Pilarmas merekomendasikan buy pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan support di level 3.590 dan resistance di level 4.250.
Ikuti Detak.news
