Detak.news — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Sejumlah faktor positif dari pasar global dan domestik diperkirakan akan menopang pergerakan indeks.
Sentimen positif tersebut antara lain penguatan indeks di bursa Wall Street, kenaikan harga mayoritas komoditas, berlanjutnya aksi beli oleh investor asing, serta penguatan nilai tukar Rupiah. Faktor-faktor ini diperkirakan akan memberikan dorongan bagi IHSG.
Selain itu, pasar juga akan mencermati keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan. Konsensus pasar memprediksi adanya kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6%.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.245-6.150 dan resist 6.435-6.530,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan mereka pada Rabu (22/7/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street kompak ditutup menguat. Penguatan ini ditopang oleh saham-saham produsen semikonduktor, seiring investor yang cenderung mengabaikan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan lebih fokus pada laporan kinerja keuangan emiten.
Musim laporan keuangan kuartal II-2026 menunjukkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan data dari FactSet, dari 66 perusahaan konstituen S&P500 yang telah merilis kinerjanya, sekitar 88% berhasil membukukan laba bersih yang melampaui proyeksi.
Saham-saham produsen semikonduktor yang menjadi penopang indeks antara lain Micron Technology dengan kenaikan 12,17%, Intel 8,64%, Marvell Technology 6,68%, dan Astera Lab 3,46%.
Untuk perdagangan Rabu (22/7/2026), CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham SSIA, PGAS, MBMA, ANTM, ISAT, dan ENRG untuk tujuan trading.
Ikuti Detak.news
