— Perdagangan sesi I pada Jumat (24/7/2026) ditutup dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami pelemahan signifikan. IHSG tergerus 110,67 poin atau 1,75% hingga menyentuh level 6.204,63. Sepanjang sesi, pergerakan indeks cenderung memerah, berfluktuasi antara 6.161 hingga 6.268.

Volume transaksi pada sesi ini mencatat 24,6 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai total mencapai Rp 10,52 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.459.047 transaksi. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, hanya 80 saham yang berhasil menguat, sementara 594 saham mengalami penurunan, dan 115 saham lainnya stagnan.

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga tidak luput dari tekanan, dengan rata-rata pelemahan mencapai 1,66%. Seluruh sektor saham dilaporkan melemah pada penutupan sesi I. Sektor barang konsumsi non primer memimpin pelemahan dengan ambruk 3,23%, diikuti oleh sektor barang baku (3%), energi (2,65%), transportasi (2,59%), dan infrastruktur (2,51%).

Kondisi serupa juga terlihat di pasar saham Asia, yang secara kompak mengalami pelemahan pada sesi perdagangan yang sama. Indeks Shanghai di China anjlok 1,2%, Straits Times Singapura melemah 0,44%, Nikkei Jepang ambles 2,89%, dan Hang Seng Hong Kong jatuh 1,27%.

Saham-saham Top Gainers

Di tengah tren pelemahan pasar secara umum, lima saham justru berhasil mencatatkan penguatan yang impresif, menempatkan mereka di jajaran teratas daftar saham dengan perolehan terbesar (top gainers). Kenaikan harga saham ini berkisar antara 12% hingga 30%.

Saham-saham yang menonjol tersebut antara lain PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang melesat 30,82% ke level Rp 208. Diikuti oleh PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang melonjak 21,82% ke Rp 1.340, dan PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) yang menguat 14,75% ke Rp 140.

Selanjutnya, PT Redana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) mencatat kenaikan 13,48% ke Rp 101, sementara PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) menanjak 12,31% ke Rp 146.

Saham-saham Top Losers

Sebaliknya, lima saham lainnya dilaporkan mengalami penurunan paling tajam dan menduduki peringkat teratas dalam daftar saham dengan kerugian terbesar (top losers). PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) ambruk hingga mencapai batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 15% menjadi Rp 187.

Saham-saham lain yang juga mengalami pelemahan signifikan adalah PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) yang anjlok 10,64% ke Rp 126, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) terpangkas 9,92% ke Rp 109, PT MD Entertainment Tbk (FILM) jatuh 9,58% ke Rp 1.085, dan PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) turun 9,29% ke Rp 127.