— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada sesi I perdagangan Senin (27/7/2026), tergerus 22,5 poin atau 0,36% hingga menyentuh level 6.173,9.

Meskipun demikian, beberapa saham dalam indeks LQ45 menunjukkan performa positif. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) tercatat melonjak 3,6%, sementara PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menguat 3,5%.

Pergerakan positif juga terlihat pada saham-saham lain yang masuk dalam jajaran top gainers, seperti DMMX dan DIVA, yang mencatatkan lonjakan harga antara 23% hingga 35%.

Secara keseluruhan, pasar mencatat 311 saham menguat, 332 saham melemah, dan 322 saham stagnan. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 7,1 triliun.

Sektor transportasi memimpin penguatan pada penutupan pasar siang hari ini dengan kenaikan 0,75%, diikuti sektor perindustrian sebesar 0,74%. Sektor barang konsumen non-primer naik 0,25%, dan sektor teknologi menguat tipis 0,06%.

Sebaliknya, pelemahan terjadi di sektor infrastruktur yang turun 1,07%, sektor kesehatan 0,68%, sektor barang baku 0,5%, sektor properti 0,4%, sektor energi 0,35%, sektor barang konsumen primer 0,34%, dan sektor keuangan yang terkoreksi 0,04%.

Cuan Besar di Tengah Pelemahan IHSG

Pada hari ini, di saat IHSG melemah, lima saham berhasil memberikan keuntungan besar bagi investor dengan kenaikan harga mencapai 23% hingga 35% dalam satu hari perdagangan.

Saham-saham tersebut meliputi PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) yang melesat 35% ke level Rp 216, PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) melonjak 26,37% menjadi Rp 230, dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang naik 24,75% ke harga Rp 630.

Selain itu, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) meningkat 24,3% menjadi Rp 266, dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) terangkat 23% ke level Rp 139.

Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan signifikan. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) longsor 14,5% ke Rp 376, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) ambles 8,9% menjadi Rp 1.620, dan PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) jatuh 8,8% ke Rp 228.

Saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) juga terpantau terjungkal 7,5% ke Rp 111, dan PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) terkikis 6,9% menjadi Rp 240.