Detak.news — JAKARTA – Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 302,8 miliar pada perdagangan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 20 Juli 2026. Aksi jual bersih ini terutama terkonsentrasi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Berdasarkan data yang dirilis Stockbit Sekuritas, porsi jual bersih asing pada saham BMRI mencapai Rp 229,1 miliar jika dihitung berdasarkan harga rata-rata selama sesi I. Volume saham yang diperjualbelikan tercatat sebanyak 51,1 juta unit.
Transaksi jual bersih ini terjadi ketika harga saham BMRI mengalami pelemahan. Hingga berita ini ditayangkan, saham BMRI tercatat melemah 0,45% ke level Rp 4.460. Meskipun mengalami pelemahan pada hari ini, dalam sebulan terakhir saham BMRI masih mencatatkan kenaikan sebesar 3,4%. Namun, secara year to date (ytd), saham BMRI masih terkoreksi 12,5%.
Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) menunjukkan total saham BMRI yang ditransaksikan mencapai 123,9 juta unit dengan frekuensi sebanyak 32,6 ribu kali. Nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 555,1 miliar.
Perdagangan pada sesi I hari ini berbanding terbalik dengan penutupan pekan sebelumnya, Jumat (17/7/2026). Pada hari itu, saham BMRI banyak dibeli oleh investor asing, mencatatkan net buy sebesar Rp 374,8 miliar.
CGS International Sekuritas Indonesia dalam analisisnya untuk perdagangan Senin (20/7/2026) memproyeksikan target terdekat saham BMRI berada di kisaran Rp 4.557 hingga Rp 4.633. Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi area support saham BMRI terletak di rentang Rp 4.193-Rp 4.337.
Ikuti Detak.news
