Detak.news — TEHERAN – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memuncak. Pihak Iran mengancam akan melumpuhkan jaringan listrik di negara-negara sekutu Washington di kawasan Timur Tengah, sebagai respons jika AS menyerang infrastruktur vital mereka.
Ancaman tegas tersebut disampaikan oleh Panglima Angkatan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Seyed Majid Mousavi. “Jika jembatan dan pembangkit listrik kami diserang, terputusnya aliran listrik di negara-negara sekutu AS tidak akan terhindarkan,” tegas Mousavi.
Pernyataan ini merupakan respons terhadap gertakan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengancam akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran untuk setiap kapal dagang yang diserang Teheran di Selat Hormuz.
Respons Serius dan Meluas
Komando Pusat Khatam Al-Anbiya Iran turut memperingatkan bahwa pihaknya siap mengambil langkah ekstrem. Jika otoritas AS merealisasikan ancamannya terhadap infrastruktur Iran, respons tidak lagi sebatas memblokade ekspor minyak di kawasan.
Iran menegaskan bakal menyasar infrastruktur minyak, gas, ekonomi, hingga pembangkit listrik di seluruh penjuru Timur Tengah. “Ancaman berulang dari kriminal AS dan militernya hanya akan memperluas cakupan perang di kawasan, bahkan lebih luas lagi,” bunyi pernyataan resmi lembaga tersebut melalui siaran televisi nasional Iran.
Eskalasi Konflik
Eskalasi perselisihan ini menandai babak baru dari konflik panjang kedua negara. Pada 18 Juni 2026, pemerintah Iran dan AS sempat menandatangani memorandum perdamaian untuk menghentikan konflik bersenjata yang telah berkobar sejak 28 Februari 2026.
Namun, perdamaian tersebut tidak bertahan lama. Pada 8 Juli 2026, pasukan AS kembali menggempur wilayah Iran, dengan dalih tindakan balasan atas gangguan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Merespons gempuran tersebut, pasukan Iran melancarkan serangan balasan ke berbagai pangkalan militer AS di Timur Tengah. Pertukaran serangan ini membuat Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran resmi gugur.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.