— JAKARTA – Meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam mengirim berbagai jenis barang, mulai dari perlengkapan rumah tangga, produk UMKM, hingga barang pecah belah, menjadikan proses packing sebagai faktor krusial. Kualitas kemasan yang tepat sangat penting untuk menjaga keamanan barang selama proses pengiriman.

Kerusakan barang, terutama barang pecah belah seperti peralatan makan, keramik, kaca, dan barang elektronik, masih menjadi kekhawatiran utama bagi banyak orang. Selain faktor distribusi, kualitas packing yang buruk, seperti penggunaan kardus yang tidak sesuai ukuran, pelindung yang minim, atau ruang kosong di dalam kemasan, dapat membuat barang lebih rentan terhadap benturan.

Menyadari hal ini, J&T Cargo membagikan tujuh tips sederhana untuk memastikan barang sampai di tujuan dengan aman. Muhammad Danu Permadi, selaku Network Training Supervisor J&T Cargo Indonesia, menekankan pentingnya penyesuaian metode packing dengan karakteristik barang.

“Banyak risiko kerusakan barang sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kemasan yang tepat. Karena itu, penting bagi pengirim untuk menyesuaikan metode packing dengan karakteristik barang yang akan dikirim agar perlindungan yang diberikan dapat lebih optimal,” ujar Danu Permadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/7/2026).

Tujuh Langkah Packing Efektif dari J&T Cargo

Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan oleh J&T Cargo:

  1. Gunakan Bubble Wrap Secara Menyeluruh
    Pastikan seluruh permukaan barang terlindungi, terutama bagian sudut dan sisi yang rentan terhadap benturan.
  2. Pilih Kardus yang Kokoh dan Sesuai Ukuran Barang
    Gunakan kardus yang proporsional agar barang tidak memiliki ruang gerak berlebih selama proses pengiriman.
  3. Isi Ruang Kosong di Dalam Kardus
    Tambahkan foam, kertas, atau bubble wrap sebagai bantalan agar posisi barang tetap stabil selama perjalanan.
  4. Berikan Perlindungan Ekstra pada Bagian yang Rentan
    Bagian seperti pegangan, sudut, atau permukaan kaca memerlukan lapisan pelindung tambahan untuk mengurangi risiko benturan.
  5. Rkatkan Kardus Menggunakan Lakban yang Kuat
    Pastikan seluruh sisi kardus tertutup rapat untuk menjaga kekuatan kemasan selama proses pengiriman.
  6. Gunakan Double Box untuk Perlindungan Tambahan
    Barang yang mudah pecah atau memiliki nilai tinggi sebaiknya menggunakan metode double box untuk memberikan perlindungan ekstra.
  7. Tempelkan Label “Fragile”
    Label ini membantu memberikan informasi bahwa paket memerlukan penanganan yang lebih hati-hati.

Selain teknik packing, pemilihan material pelindung yang sesuai juga menjadi faktor penting. Pengirim disarankan menggunakan kardus yang masih kokoh, bubble wrap, foam, maupun material pengisi lainnya sesuai dengan karakteristik barang yang akan dikirim.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperhatikan kualitas kemasan sebelum mengirim barang sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan dan pengalaman pengiriman menjadi lebih optimal bagi pengirim maupun penerima,” tambah Danu Permadi.

Melalui edukasi ini, J&T Cargo berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keamanan pengiriman sangat dipengaruhi oleh persiapan yang dilakukan sebelum barang diserahkan. Dengan packing yang tepat, risiko kerusakan dapat diminimalkan agar barang tiba di tujuan dalam kondisi yang lebih aman.