Detak.news — JAKARTA – Tokopedia dan TikTok Shop berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia untuk meningkatkan kapabilitas pelaku usaha mikro di Yogyakarta. Langkah ini bertujuan mendorong UMKM agar dapat naik kelas di era digital.
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni, mengapresiasi konsistensi Tokopedia dan TikTok Shop dalam mendukung strategi pemerintah memperkuat UMKM. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dan industri untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM.
“Platform e-commerce seperti Tokopedia dan TikTok Shop adalah mitra strategis dalam penguatan UMKM. Komitmen untuk hadir langsung menunjukkan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi bisnis agar makin banyak pengusaha UMKM dapat #JualanNyaman, berdaya saing, dan tumbuh berkelanjutan seiring perkembangan zaman,” ujar Helvi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Helvi saat menghadiri peresmian Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) dalam acara Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra) Jambore 2026 di Teras Malioboro, Yogyakarta.
Yogyakarta, sebagai salah satu sentra UMKM terbesar di Indonesia dengan 347.744 unit usaha, yang mayoritas adalah usaha mikro, memiliki potensi besar untuk berkembang di era digital.
Tokopedia dan TikTok Shop mendukung Kumitra Jambore 2026 melalui program “Waktunya STARt! Jadi Juragan UMKM: #JualanNyaman bersama Tokopedia & TikTok Shop”. Program ini mencakup pelatihan pembuatan konten video pemasaran dan pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB).
Senior Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Vonny Susamto, menyampaikan bahwa dukungan ini bertujuan memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia. Ia menyoroti pentingnya keterampilan membuat konten, baik video pendek maupun sesi LIVE, di era discovery commerce, di mana keputusan berbelanja semakin dipengaruhi oleh konten yang autentik dan inspiratif.
Pemanfaatan fitur LIVE dan video pendek terus meningkat di kalangan penjual dan affiliate di Tokopedia dan TikTok Shop. Pada kuartal I-2026, sesi LIVE meningkat 39% dibandingkan tahun sebelumnya, mendorong kenaikan pesanan sebesar 59%. Sementara itu, video pendek meningkat 79% dengan pertumbuhan pesanan mencapai 135%.
“Melalui sinergi Tokopedia dan TikTok Shop serta didukung oleh kekuatan penemuan (the power of discoverability) TikTok, pengusaha UMKM khususnya mikro di Indonesia, termasuk di Yogyakarta, diharapkan bisa terus bertumbuh dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” jelas Vonny.
Selain pelatihan konten, Tokopedia dan TikTok Shop juga memberikan pendampingan pengurusan legalitas usaha seperti NIB bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI yang diwakilkan oleh Esti Aprilia Kurniawati, Analis Perdagangan.
“Selama ini saya belum mengurus legalitas usaha karena tidak tahu harus mulai dari mana. Pendampingan seperti ini sangat membantu karena prosesnya menjadi lebih jelas dan saya jadi lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha dan #JualanNyaman ke depannya,” ujar Arom Melawati, pemilik Ar-H Batik, salah satu peserta.
Penjual dapat mempelajari tata cara pengurusan NIB serta melakukan sertifikasi halal gratis melalui Pusat Edukasi Tokopedia dan TikTok Shop. Kepemilikan NIB mempermudah akses pengusaha mikro terhadap program pembinaan dan pembiayaan, sementara sertifikat halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pasar.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.