Detak.news — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami penguatan pada perdagangan pekan ini. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang resistance di level 6.280, dengan pivot point di 6.225, dan support pada 6.100.
Perusahaan riset ini merekomendasikan enam saham yang dinilai memiliki peluang untuk memberikan keuntungan (cuan), salah satunya adalah saham dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Analisis Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa indeks di bursa Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan lalu. Pelemahan mingguan tersebut terutama dipicu oleh koreksi berkelanjutan pada saham-saham semikonduktor. Hal ini terjadi setelah sebuah perusahaan startup asal China, Moonshot AI, meluncurkan model baru yang berpotensi mengurangi kesenjangan dengan model terbaru dari perusahaan AS seperti Anthropic dan OpenAI. “Persaingan ini semakin meningkatkan kecemasan akan pengeluaran modal sektor teknologi yang tinggi, di tengah permintaan dari pengguna akhir AI yang sensitif terhadap harga,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Di sisi lain, Phintraco Sekuritas juga menyoroti eskalasi lebih lanjut antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak lebih dari 4% pada Jumat lalu. Konflik ini dilaporkan meluas dengan adanya serangan Iran ke Kuwait, Suriah, dan Bahrain. Sebaliknya, AS telah melakukan serangan balasan ke Iran, termasuk menyasar infrastruktur logistik dan maritim.
Perkembangan konflik AS-Iran ini berpotensi kembali menjadi fokus perhatian global. Kenaikan harga minyak dapat berdampak pada prospek kebijakan kenaikan suku bunga oleh bank sentral di berbagai negara.
Sementara itu, sektor teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) akan menghadapi ujian dengan dirilisnya laporan keuangan dari beberapa perusahaan besar di sektor hyperscaler, produsen chip, dan operator infrastruktur. Di antara perusahaan tersebut termasuk Alphabet, Intel, Tesla, dan GE Vernova. Dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan kebijakan moneternya, sementara Inggris akan merilis data inflasi, tingkat pengangguran, dan penjualan ritel.
Rilis Data Ekonomi Domestik
Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis pekan ini meliputi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia mengenai kebijakan moneter pada 22 Juli 2026, data pertumbuhan kredit pada tanggal yang sama, dan data M2 Money Supply pada 23 Juli 2026.
Menurut Phintraco Sekuritas, sentimen domestik yang menunjukkan perbaikan terlihat dari terjadinya net buy oleh investor asing selama dua hari berturut-turut pada pekan lalu. Namun, peningkatan harga minyak menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena dapat mempengaruhi prospek defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), inflasi, nilai tukar Rupiah, serta suku bunga acuan.
“Secara teknikal, IHSG pekan ini diperkirakan berpeluang menguji level 6.225 hingga 6.280,” papar Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan enam saham yang berpotensi memberikan keuntungan, yaitu UNVR, KLBF, BBYB, ICBP, MDKA, dan GTSI.
Ikuti Detak.news
