Detak.news — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi menguat pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Analis memperkirakan pergerakan indeks akan berada di kisaran support 6.250-6.170 dan resist 6.420-6.500.
Sentimen negatif yang dapat mempengaruhi pasar di antaranya adalah pelemahan indeks di bursa Wall Street serta adanya aksi jual oleh investor asing. Laporan keuangan emiten yang dirilis turut berkontribusi pada pergerakan indeks di bursa Amerika yang ditutup melemah tipis.
Di sisi lain, kenaikan harga mayoritas komoditas dan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% diperkirakan menjadi sentimen positif bagi IHSG. Harga minyak mentah jenis Brent tercatat naik 3,4% menjadi US$ 94,07 per barel, sementara WTI menguat 3% ke level US$ 86,63 per barel.
Kenaikan harga minyak mentah ini terjadi seiring dengan peluncuran serangan militer terhadap Iran yang telah berlangsung sebelas kali berturut-turut. Pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika, Marco Rubio, semakin memperjelas bahwa eskalasi konflik militer antara Amerika dan Iran belum akan berakhir dalam waktu dekat. Rubio menyatakan bahwa Iran tidak menunjukkan keseriusan dalam berdialog atau bernegosiasi dengan Amerika, dan menegaskan akan melanjutkan operasi penjagaan bagi kapal yang melintasi selat Hormuz.
Menyikapi kondisi pasar, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk aktivitas trading pada Kamis (23/7/2026). Saham-saham tersebut meliputi ELSA, MEDC, AKRA, ARCI, HRTA, dan ANTM.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.