Detak.news — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 19,16 poin atau 0,3% ke level 6.315,3 pada penutupan perdagangan, Kamis (23/7/2026). Namun, pelemahan IHSG ini tidak serta merta membuat semua saham ikut tertekan. Sejumlah saham unggulan, terutama yang masuk dalam indeks LQ45, terpantau menguat.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sorotan dengan lonjakan harga mencapai 8,93%. Menyusul di belakangnya, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga mencatatkan kenaikan impresif sebesar 7,27%. Pergerakan positif ini menunjukkan adanya minat investor terhadap kedua saham tersebut meskipun sentimen pasar secara umum sedang menurun.
Selain BUMI dan DEWA, beberapa saham lain yang masuk dalam daftar top gainers juga menunjukkan lonjakan harga yang signifikan, mulai dari saham FUTR yang melesat 24,3% hingga ALKA yang naik 14,58%. Secara keseluruhan, dari 343 saham yang diperdagangkan, sebanyak 309 saham mengalami penurunan, dan 313 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi di bursa pada hari itu mencapai Rp 23,8 triliun.
Beberapa sektor saham berhasil mencatatkan penguatan di akhir sesi perdagangan. Sektor properti memimpin dengan kenaikan tertinggi sebesar 3,13%. Diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang menguat 1,56%, sektor energi 1,52%, sektor transportasi 1,33%, sektor teknologi 0,7%, sektor barang baku 0,23%, dan sektor infrastruktur 0,05%.
Sebaliknya, beberapa sektor lain justru mengalami pelemahan. Sektor barang konsumen primer turun 1,16%, sektor perindustrian 1,32%, sektor keuangan 0,89%, dan sektor kesehatan melemah 0,1%.
Faktor Penggerak Pasar
Menurut penjelasan Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG pada periode sebelumnya didorong oleh keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026. BI menilai bahwa inflasi masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan, dan kebijakan moneter yang telah diterapkan dinilai cukup untuk menjaga stabilitas makroekonomi.
Ke depannya, bank sentral berkomitmen untuk terus memantau perkembangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). BI juga akan memperkuat kebijakan pendukung guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menarik aliran modal asing.
Namun, Pilarmas juga menyoroti kekhawatiran pelaku pasar terkait meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global dan risiko inflasi yang lebih tinggi.
Cuan Besar di Tengah Pelemahan
Meskipun IHSG secara keseluruhan mengalami pelemahan, hari itu tercatat ada lima saham yang memberikan keuntungan terbesar bagi investor, dengan kenaikan harga berkisar antara 14% hingga 24% dalam satu hari perdagangan.
Saham-saham tersebut meliputi PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) yang melesat 24,3% ke level Rp 306, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) yang melonjak 19,87% menjadi Rp 13.875, dan PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) yang naik 15,5% ke harga Rp 282.
Selain itu, saham PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) juga mencatatkan peningkatan 14,93% menjadi Rp 77, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) terangkat 14,58% ke level Rp 1.100.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan drastis. PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID) anjlok 11,86% ke Rp 104, PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) turun 9,38% menjadi Rp 174, dan PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) jatuh 8,4% ke Rp 109.
Saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) juga terperosok 8,3% ke Rp 55, sementara PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) terkikis 6,89% menjadi Rp 3.110.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.