— Nilai tukar rupiah (IDR) tercatat kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Pelemahan ini terjadi setelah munculnya pengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Berdasarkan data pasar spot exchange dari Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah tipis sebesar 6 poin atau 0,03% ke posisi Rp 17.969 per dolar AS. Posisi ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, di mana rupiah ditutup melemah 27 poin (0,15%) ke level Rp 17.963 per dolar AS.

Di kancah internasional, dolar AS dilaporkan merosot terhadap mata uang utama lainnya pada awal perdagangan Asia, Senin (27/7/2026). Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran selama akhir pekan, yang berujung pada penurunan harga minyak dan meningkatkan kepercayaan investor global.

Indeks dolar AS terpantau turun 0,25% menjadi 101,23 pada awal pekan yang diperkirakan akan diwarnai oleh pertemuan bank sentral, termasuk Federal Reserve. Di sisi lain, yen Jepang menguat 0,2% terhadap dolar AS, mencapai 163,585. Mata uang euro juga mencatat penguatan 0,2% menjadi $1,1397 per dolar AS, demikian pula poundsterling Inggris yang naik dengan besaran yang sama menjadi $1,3353 per dolar AS.

Analis Westpac dalam laporan risetnya menyebutkan bahwa sentimen pasar didukung oleh laporan penjajakan pembicaraan damai baru antara Pakistan dan Iran dengan AS, serta kelancaran ekspor minyak dari Timur Tengah. Lebih lanjut, dolar Selandia Baru naik 0,3% menjadi $0,5802 per dolar AS, sementara dolar Australia menguat 0,2% ke posisi $0,6997 per dolar AS.