— JAKARTA – Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) terus menunjukkan performa impresif di pasar modal. Sejak 15 Juli 2026, saham emiten yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu ini secara konsisten mencatatkan penguatan.

Pada penutupan perdagangan Rabu (22/7/2026), saham TPIA tercatat naik 1,33% ke level Rp 2.280. Aktivitas perdagangan saham ini cukup tinggi, dengan total 735,48 juta saham berpindah tangan melalui 104.326 frekuensi transaksi, menghasilkan nilai perdagangan mencapai Rp 1,67 triliun. Menariknya, meskipun saham menguat, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 131,98 miliar pada hari tersebut.

Dalam sepekan terakhir, saham berkode TPIA telah melonjak signifikan sebesar 19,37% dari posisi Rp 1.910. Periode ini juga diwarnai oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai Rp 269,43 miliar.

Menyikapi tren positif ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham TPIA sebagai salah satu pilihan investasi untuk perdagangan Kamis (23/7/2026). Analis sekuritas tersebut mengamati bahwa pergerakan harga TPIA berhasil menembus level resistance penting di angka 2.170 dengan didukung oleh peningkatan volume perdagangan.

Selama harga saham bertahan di atas level 2.170, potensi penguatan lanjutan diperkirakan terbuka lebar. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan target harga pada rentang 2.310 hingga 2.490.

Sentimen positif lain yang turut mendorong prospek TPIA adalah perkembangan proyek pembangunan fasilitas Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC). Per Juli 2026, progres pembangunan proyek yang menelan investasi lebih dari US$ 800 juta ini telah mencapai 72%. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2027.