Detak.news — Feel Good Network memperkuat kapabilitas jaringannya dalam menghubungkan brand, kreativitas digital, konten, media, dan data melalui penunjukan Innercircle dan BRICKS sebagai agensi kreatif utamanya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun model agensi yang lebih terintegrasi dan terhubung.
CEO Feel Good Network, Wisnu Satya Putra, menjelaskan bahwa Innercircle dan BRICKS akan bekerja sama dengan unit-unit spesialis lainnya di berbagai negara. Kolaborasi ini memungkinkan klien untuk mengakses keahlian mendalam tanpa mengorbankan koherensi strategis. Kedua agensi ini telah terlibat dalam keterlibatan strategi dan data bersama dengan Tokopedia dan TikTok Shop.
“Kami melihat pertumbuhan sebagai sesuatu yang harus dirancang, bukan sekadar dikejar. Ini membutuhkan fondasi brand yang kuat, arah strategis yang jelas, dan kemampuan menerjemahkan ide menjadi momentum yang terukur di seluruh funnel. Innercircle dan BRICKS menyatukan kapabilitas tersebut membantu jaringan menciptakan pertumbuhan yang bukan hanya lebih cepat, tetapi juga lebih terarah, lebih terhubung, dan lebih berkelanjutan bagi klien kami,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulisnya.
Penunjukan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan brand modern akan mitra agensi yang mampu melampaui eksekusi kampanye konvensional. Di tengah fragmentasi pemasaran lintas platform, audiens, kreator, kanal commerce, dan metrik performa, brand memerlukan mitra yang dapat membangun nilai jangka panjang sekaligus memberikan hasil bisnis terukur. Innercircle dan BRICKS akan memimpin ambisi ini dengan menawarkan dua sisi yang saling melengkapi.
Langkah strategis ini menyusul ekspansi regional Feel Good Network ke Malaysia dengan peluncuran Tales Asia di Kuala Lumpur. Jaringan ini berambisi membangun ekosistem kreatif Asia Tenggara yang berfungsi sebagai jembatan budaya antar pasar sekaligus mitra pertumbuhan bagi brand modern, memadukan relevansi regional, kelincahan independen, standar multinasional, dan kedalaman spesialisasi.
Innercircle, yang didirikan oleh Morica Lim dan Eve Wongsosaputro, didukung oleh pengalaman mereka memimpin akun global di berbagai jaringan agensi di Indonesia, Singapura, dan Belanda. Dalam dua tahun, Innercircle telah bekerja sama dengan brand seperti Pizza Hut, Mead Johnson, VinFast, Indofood, dan Lion Wings.
“Yang dibutuhkan pasar sekarang adalah standar yang sama, namun dihadirkan dengan insting lokal dan kecepatan mengikuti budaya. Kami sengaja menjaga tim tetap ramping, karena kami percaya pada memberikan orang-orang terbaik kami untuk setiap klien, bukan sekadar yang tersedia,” ujar Morica Lim, Co-Founder dan Business Director Innercircle.
Sementara itu, BRICKS, yang didirikan oleh Stephanie Putri Fajar dan Rangga Akbar Pradipta, dibangun dengan pendekatan full-funnel sejak awal. “Agensi mana pun bisa memberi tahu klien apa yang bisa mereka kerjakan. Sangat sedikit yang mau memberi tahu klien apa yang seharusnya mereka lakukan. Itulah percakapan yang ingin kami hadirkan lewat BRICKS. Kami tidak mengukur scope dari apa yang kami hasilkan, tetapi dari angka bisnis yang berhasil digerakkan,” kata Stephanie Putri Fajar, Co-Founder & Managing Director BRICKS.
Ikuti Detak.news

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.